Biografi Lengkap Wakil Presiden Republik Indonesia dari Masa ke Masa

Posted on

Biografi Lengkap Wakil Preiden Republik Indonesia dari Pertama sampai Sekarang

Setelah kita mengetahiu biografi dari Presiden Republik Indonesia, Kali ini kita akan membahas biografi wakil presiden Republik Indonesia. Beberapa dari wakil presiden pernah pula menduduki kursi presiden, seperti B.J Habibie dan Megawati Soekarno Putri.

Berikut ini penjelasan biografi wakil presiden, sebagai berikut.

1. Dr. MOHAMMAD HATTA: Wakil Presiden R.l. ke-1  (1945-1956)

Loading...

bung-hatta
Lahir : Bukit Tinggi, Sumatra Barat, 12 Agustus
Meninggal : Jakarta, 14 Maret 1980.
Pendidikan : SD,SMP, (Bukit Tinggi Padang), SMA Jakarta, Sekolah Tinggi Negeri Belanda
Pengalaman : Penulis/Koiumnis, Pejuang Politik Diplomatik, Pendiri PNI baru, Proklamator Rl.

Biografi Dr. MOHAMMAD HATTA

Dr.MOHAMMAD HATTA namanya senantiasa harum sepanjang masa. la termasuk seorang tokoh yang paling lurus dalam kepemimpinan Indonesia merdeka. Apalagi karya-karyanya yang besar dan mendasar, tak luntur oleh gesekan kemajuan zaman.

Bung Hatta, demikian ia biasa dipanggil, lahir dari keturunan ulama terkenal di Sumatra Barat. Nama kecilnya Mohammad Attar. Karena orang Minang umumnya sulit menyebut huruf ‘r’, panggilan anak yang semula diharapkan menjadi kyai itu berubah jadi Atta, lalu Hatta.

Sejak sekolah SD di Bukit Tinggi Hatta biasa hemat, cermat dan jujur. Ketika SMP di Padang, ia mulai belajar berorganisasi dan menulis untuk media massa. Lulus SMP Hatta melanjutkan ke Sekolah Menengah Dagang di Jakarta, tamat tahun 1921, lalu ke Rotterdam, Belanda, belajar di Sekolah Tinggi Ekonomi. Bakat organisasinya mengorbitkan dirinya menjadi ketua himpunan Indonesia (1926-1930). Ketika itulah Hatta dan kawan-kawannya sempat mempopulerkan nama Indonesia dan perjuangan kemerdekaannya di berbagai forum dunia. Akibatnya Hatta dan kawan-kawannya di jebloskan ke penjara Den Hagg (1927), namun mereka dapat membela diri, peradilan membebaskan mereka dari segala tuduhan (22 Maret 1928).

Tahun 1932 Bung Hatta kembali ke tanah air, dan langsung terjun ke dalam kancah politik untuk kemerdekaan Rl. Ia mendirikan Pendidikan Nasional Indonesia (PNI), tapi kemudian Belanda menjebloskannya ke penjara Glodok. Dari sana berturut-turut dibuang ke Boven Digul (Irian Jaya), Bandanaire (Maluku) dan Sukabumi (Jawa Barat), sampai kemudian Jepang datang di Indonesia.

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Bung Hatta dan Bung Karno melejit menjadi tokoh yang terkemuka di Indonesia, karena itulah ia memperoleh mandat mencetuskan proklamasi 17 Agustus 1945, yang esok harinya Soekarno dan Mohammad Hatta terpilih menjadi Peresiden dan Wakil Presiden Rl pertama, dan mereka dikenal sebagai DwiTunggal. Tetapi pada tanggal 1 Desember 1956 Bung Hatta mengundurkan diri dari jabatan Wakil Presiden dengan alasan yang dirahasiakan sampai ia meninggal pada tanggal 14 Maret 1980.

Dr. Mohammad Hatta juga dikenal sebagai tokoh dengan sebutan Bapak Koperasi Indonesia atas pemikirannya mengenai pasal-pasal UUD 1945, tentang perekonomian yang bertulang punggung koperasi, berazas kekeluargaan.

2. HAMENGKU BUWONO IX: Wakil Presiden R.l. ke-2: (1973-1978)

sri-sultan-hamengkubowono-ix

Lahir: Yogyakarta, 12 April 1912
Meninggal: Washington DC, 2 Oktober 1988
Agama: Islam
Pendidikan:SD (Yogya), SMP (Semarang), SMA (Bandung), Universitas (Negeri Belanda).
Pengalaman: Raja Jawa, Gubernur Kepala Daerah, Menteri Kabinet.

Biografi SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO IX

SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO IX, satu-satunya raja Nusantara yang konsekuen dan konsisten mendukung Republik Indonesia sejak hari pertama, bahkan sejak ia masih calon putra mahkota. Ia merupakan tokoh langka di Indonesia Orang lain berebut ingin jadi pejabat tinggi, ia malah menolak diangkat lagi setelah masa baktinya yang pertama sebagai Wakil Presiden habis, meskipun umumnya raja-raja berkuasa itu otoriter. Sikap dan tindakan Sultan ini demokratis.

Gusti Raden Mas Dorodjatun, demikian nama kecil Sultan Hamengku Buwono IX, pada tahun 1930 ketika kuliah di Rijkuniveriteit, negeri Belanda, telah memasang lambang perjuangan kemerdekaan RI, bendera merah putih. Oleh masyarakat Yogyakarta Sri Sultan dipanggil Ngarso Dalem atau Sinuwun. Bukti-bukti perjuangannya tidak sedikit. Ketika Meliter membutuhkan markas besar di Yogyakarta, ia memberikan bangsal kepatihan sebagai markasnya. Sultan juga mengikhlaskan ketika kedudukan Ibukota Rl pindah ke Yogya (1946) karena keadaan Jakarta yang semakin tak aman oleh gangguan Belanda.

Ketika jabatan Wapres dihidupkan kembali mulai tahun 1972, Sri Sultan terpilih untuk pertama kalinya. Seusai menjalankan tugasnya, Sri Sultan kemudian melanjutkan darma baktinya dalam berbagai organisasi kemasyarakatan, seperti Pramuka dan KONI yang sudah dirintisnya sejak masih muda, Nama besar Sri Suitan Hamengku Buwowo IX tidak hanya harum bagi bangsa Indonesia, tetapi juga oleh masyarakat mancanegara.

3. ADAM MALIK: Wakil Presiden R.l. ke-3: (29 Maret 19/8-15 Maret 1983)

adam-malik

Lahir : Pematang Siantar, Sumatra Utara, 22 Juli 1917.
Meninggal: Jakarta, 5 September 1984
Agama: Islam.
Pendidikan :Belajar sendiri (Otodidak)
Pengalaman: Ketua MPR / DPR; Ketua Majelis Umum PBB.

Biografi ADAM MALIK

ADAM MALIK, hanya berpendidikan formal SD (HIS) dan Madrasah Ibtidaiyah, selanjutnya belajar sendiri. Dari kecil cita-citanya ingin menjadi politisi, hal itu berbenturan dengan kehendak ayah, H. Abdul Malik Batubara, yang mengharapkan Adam jadi pedagang. Maka seringkali malam-malam Adam menyelinap keluar rumah hanya untuk mendengarkan pembicaraan politik.

Tokoh penyandang julukan kancil ini terus merenda karir, hingga berhasil menduduki kursi Partindo Pematang Siantar pada usia 17 tahun (1934-1935). Adam kian mengorbit di zaman Kemerdekaan, ia terpilih menjadi ketua III KNIP (1945-1947), setelah mendirikan Partai Rakyat (1946). Partai Murba (1946-1948), dan juga dipercaya sebagai ketua Delegasi Rl dalam perundingan Indonesia-Belanda, mengenai Irian Barat (1962).

Putra Pematang Siantar itu pada tahun 1966 berturut-turut menjadi Wakil Perdana Menteri II / Menlu ad Interim, Waperdam II urusan Sosial dan Politik / Menlu RI, Menteri Presidium Urusan Politik dan Menlu RI. Jabatan Menlu bahkan terus menerus dipercayakan kepadanya sampai tahun 1977, diantara masa itu pula ia jadi Ketua Majelis Umum PBB ke 26, di New York (1971). Ia satu-satunya orang Indonesia yang pernah menduduki jabatan itu.
Ketika terpilih sebagai ketua DPR/MPR hanya dijalani 5 bulan, keburu mendapat kepercayaan sebagai Wakil Presiden RI menggantikan Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

4. UMAR WIRAHADIKUSUMA Wakil Presiden R.l. ke-4 : (19 Maret 1983-1988)

umar-wirahadakusuma

Lahir: Situraja, Sumedang, Jawa Barat, 10 Oktober 1924.
Agama : Islam.
Pendidikan : SD, SMP, SMA, Unpad, Seskoad.
Pengalaman : Pangdam V/JayaKasad, Ketua BPK.

Biografi JEND. (PURN) UMAR WIRAHADIKUSUMAH

JEND. (PURN) UMAR WIRAHADIKUSUMAH, memulai pendidikan ketentaraan pada zaman Jepang di Seinendojo, Tangerang, Jawa Barat, kemudian ke Peta. Awal tahun berikutnya sebagai Wakil Kepala Staf Resimen X, Tasikmalaya dengan pangkat Kapten, sehingga menjabat sebagai ajudan. Setelah itu Pengawal Divisi Siliwangi, hingga menjadi Komandan Resimen X / Galuh Divisi Siliwangi.

Ia juga pernah menjabat Komandan Pusat Kavaleri, dan Pangdam XV/Patimura di Maluku, ketika berpangkat Letkol sebagai Komandan Resimen Tempur Siliwangi (1958), selanjutnya menjadi Komandan KMKB (Komando Meliter Kota Besar) Jakarta Raya, pangkatnya naik menjadi Kolonel dan 2 minggu kemudian menjabat Pangdam Jaya.

Umar dinilai sukses menumpas G.30 S/PKI (1965) ketika menjadi Pangdam V/Jaya, karena itu ia diangkat menjadi Pangkostrad menggantikan Mayjend Soeharto. Beberapa waktu kemudian diberi tugas baru sebagai Pangkolaga (Panglima Komando Mandata Siaga). Tugasnya berhasil, sehingga kemudian Umar diorbitkan sebagai Wakil Kasad, dan 2 tahun kemudian menjadi Kasad (1969-1973).

Selepas dari Kasad sudah disiapkan tugas baru bagi Umar, memimpin Badan Remeriksa Keuangan (BPK). Banyak kasus yang ditangani BPK ketika dibawah kepemimpinannya. Tetapi karena Umar tak suka gembar- gembor sehingga keberhasilannya itu hanya sedikit orang yang tahu. Yang jelas, orang yang menempatkannya di sana yakin benar akan prestasi Umar. Itulah sebabnya setelah masa tugas BPK habis (1983), Umar Wirahadikusuma dipilih menjadi Wakil Presiden R.l. ke IV.

5. SUDHARMONO: Wakil Presiden R.l. ke-5: (1988-1993)

sudarmono

Lahir : Gresik, Jawa Timur, 12 Maret 1927
Agama : Islam
Pendidikan : SD, SMP, SMA, PTHM/FH Ul Lulus (1962).
Pengalaman: Menteri Sekretaris Negara (15 Tahun), Ketua Golkar (5 Tahun).

Biografi LET JEND. (PUR) H, SUDHARMONO, S.H

LET JEND. (PUR) H, SUDHARMONO, S.H, menjadi yatim piatu sejak kecil. Ibundanya, Ny. Sukarsi, meninggal ketika melahirkan adik bungsu Sudharmono (1930). Ayahnya, R Wirodirejo, menyusul 6 bulan kemudian. Bersama dua saudaranya, Soenar dan Siti Sukarni, Sudharmono lalu ikut pamannya yang menjadi juru tulis desa di Jombang.
Pada tahun 1937, Sudharmono pindah ke Rembang, Jawa Tengah, tinggal bersama kakeknya, R. Soemodihardjo, pensiunan asisten Wedana. DHAR, panggilan Sudharmono lulus SD (HIS) tinggal bersama pakdenya di Semarang, lalu melanjutkan SMP Pendrik. Sudharmono menempuh SMAnya sambil berjuang, kemudian ia masuk Akademi Hukum Militer / Perguruan Tinggi Militer (AHM/PTHM), lalu Fakultas Hukum Universitas Indonesia (lulus 1962). Menjadi jaksa tentara di Medan merangkap perwira staf Penguasa Perang Tertinggi.
Sudharmono menjabat Sekretaris Kabinet merangkap Sekretaris Stabilitas Ekonomi (1966-1972). Selama di pemerintahan tak suka mengesankan dirinya paling dekat dengan Presiden atau juga dengan rakyat. Semangat kerjanya yang dibina sejak kecil tak kunjung pupus. Sudharmono selalu ingat, semula tak punya apa-apa, bahkan yatim piatu sejak berumur 3 tahun, dan pindah-pindah orang tua asuh. Tetapi dengan kerja keras, tekun, cermat dan senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga berhasil menjadi Wakil Presiden Rl ke V setelah Umar Wirahadikusuma.

6. TRY SOETRISNO: Wakil Presiden R.l. Ke-6: (1993-1996)

try-sutrisno

Lahir : Surabaya, Jawa Timur, 15 Nopember 1935.
Agama : Islam.
Pendidikan : SR, Surabaya (1950), SMP, Surabaya Akziad/Atekad, Bandung (1959), Kopaltu Bogor(1972).
Pengalaman : Danton ZipurDen Zikon (1959-1963), Dan Kimia&Danki ZI-I/DTR (1963-1967), Wadan Denma (1967-1970), Dan Yon (1970- 1971)Karo SUAD-2 (1972-1974), Ajudan Presiden (1974-1978), Ka sd am XVI/Udayana (1978-1979) Pangdam IV/Sriwijaya (1979-1982),Pangdam V/Jaya (1982-1985), Wakil Kepala staf TNI-AD (1985 -1986),Kepala staf TNI-AD sejak 1986,

Biografi TRY SOETRISNO

TRY SOETRISNO, masuk pendidikan ATEKAD (Akademi Tehnik Meliter Angkatan Darat) di Bandung (1955-1959). Selama menjalani pendidikan, Try Soetrisno sempat mengikuti operasi pemberantasan gerakan DI/TII di Aceh tahun 1957 Disini pula pria tampan bertubuh tinggi ini menjadi pangdam IV/Sriwijaya.
Try Soetrisno yang berpangkat mayor, tampil mewakili generasi muda TNI-AD pada seminar pewaris nilai-nilai 45 di Seskoad (1972). Banyak orang waktu itu terkesan penampilannya. Lalu 14 tahun kemudian, menjadi perwira tinggi pertama dari generasi penerus yang memangku jabatan wakil KSAD.
Pada saat memangku jabatan Pangdam V/Jaya dijalankan hanya untuk waktu yang relatif singkat, dua tahun delapan bulan. Namun penuh wama, peristiwa tanjung Priok dan BCA sempat menjadi ujian bagi dirinya. Jendral Rudini menilai Try Soetrisno telah menjalankan tugas dengan sangat baik, karena dalam mengendalikan peristiwa Tanjung Priok dan BCA, ia berhasil memadukan sikap tegas dengan pendekatan persuasif.
Bekas ajudan Presiden Soeharto ini pernah mengikuti pendidikan meliter di Irian, Burma, dan Australia. Try Soetrisno penggemar olahraga silat, karate, angkat besi, golf, renang, dan jogging, Ia menjadi Ketua Umum PBSI sejak September 1985.
Pada tanggal 27 Pebruari 1988, Try Soetrisno diangat sebagai Panglima ABRI, dengan puncak pangkat Jenderal menggantikan LB. Moerdani. Tokoh yang murah senyum ini mendapat dukungan dari umat Islam untuk menduduki jabatan Wakil Presiden pada Kabinet Pembangunan VI (1988- 1993) melalui fraksi ABRI di MPR.

7. HAMZAH HAZ: Wakil Presiden R.l. ke-9: (2001-2004)

hamzah-haz

Lahir : Ketapang, Kalimantan Barat, 15 Pebruari 1940.
Agama : Islam.
Pendidikan : SMP, Pontianak, SMEA, Akademi Koperasi Negara, Yogyakarta (1962), Jurusan Ekonomi Perusahaan, Fakultas Ekonomi Universitas Tanjung Pura, Pontianak (tingkat V, 1970).
Pengalaman : Wartawan di Pontianak (1960-1961), Ketua PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), Ketua Presidium KAMI konsulat Pontianak Asisten dosen di Universitas Tanjung Pura Pontianak(1968- 1.971). Anggota DPR-RI (1971)KomisiAPBN DPR-RI.

Biografi HAMZAH HAZ

HAMZAH HAZ, ketika duduk di bangku SMP Pontianak, kalimantan Barat, ia aktif di organisasi siswa. Menamatkan SMEA di kota yang sama, dan kemudian bekerja. Hamzah Haz menjadi wartawan harian bebas di Pontianak, tetapi hanya 1 tahun, lalu mengikuti ayahnya, anggota koperasi kopra yang mendapat tugas belajar di Akademi Koperasi juga. la lalu mendirikan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di kampusnya, Hamzah Haz terpilih menjadi ketuanya.
Setelah meraih gelar sarjana muda, Hamzah kembali ke Pontianak (1965). Kuliahnya diteruskan pada Fakultas Ekonomi Jurusan Ilmu Perusahaan Universitas Tanjung Pura. Sempat menjadi asisten dosen, kemudian dosen di Fakultas itu. Hamzah cenderung menekuni organisasi sebagai ketua Presidium KAMI Konsulat Pontianak, kemudian mewakili angkatan 66 di DPRD Pontianak. Karier ini kemudian membawanya ke Jakarta, Hamzah mewakili NU, kemudian PPP di DPR sejak 1971 hingga sekarang. Perjalanan kariernya itu yang membuat Hamzah menjadi orang yang terpenting di dalam kepemerintahan. Menjadi Wakil Presiden Rl mendampingi Ibu Megawati pada kabinet Gotong Royong 2001 – 2004.

8. Drs.H. Muhammad Yusuf Kalla Wakil Presiden R.l. ke 10:(2004-2009)

jusuf-kalla

Lahir:di Watampone, 15 Mei 1942.
Agama: Islam.
Pendidikan:Fakultas Ekonomi Universitas Hasa- nudin Makasar 1967. The European Institute Of Business Administration Fountainebleu, Prancis(1977).
Pengalaman: Wakil Presiden RI ke 10 untuk periode 2004-2009, Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI, Direktur Utama NV. Hadji Kalla, Direktur Utama PT Bumi Karsa, Komisaris Utama PT. Bukaka Teknik Utama, Direktur Utama PT. Bumi Sarana Utama, Komisaris Utama PT. Kalla Inti Karsa, Komisaris Utama PT. Bukaka Singtel International

Biografi Drs.H. Muhammad Yusuf Kalla

Agustus 2001-2004 Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, kemudian mundur untuk mengikuti pencalonan Wapres bersama Capres Susilo Bambang Yudhoyono. Keduanya sukses mendulang suara signifikan sehingga bisa memenangkan pilihan presiden dan wakil presiden tahap II.
Pada Tahun 2014 beliau mencalonkan diri sebagai wapres kembali bersama Joko Widodo sebagai Presidennya. Kemudian pasangan tersebut memenangkan pemilu dan menjadi presiden dan wakil presiden hingga sekarang.

9. Boediono Wakil Presiden R.l. ke 10:(2009-2014)

boediono

Nama Lengkap : Boediono
Agama : Islam
Tempat Tanggal Lahir : Blitar, Jawa Timur, 25 Februari 1943
Warga Negara : Indonesia
Istri : Herawati Boediono
Anak : Ratriana Ekarini, Dios Kurniawan
Pendidikan:
Bachelor of Economics (Hons.) dari Universitas Western Australia (1967)
Master of Economics dari Universitas Monash (1972)
(Ph.D.) dalam bidang ekonomi dari Wharton School, Universitas Pennsylvania (1979)
Pengalaman:
Executive Board for Asia – Wharton Advisory Boards, The Wharton School of the University of Pennsylvania
Commissioner of Commission on Growth and Development
Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (Kabinet Reformasi Pembangunan) 1998
Menteri Keuangan (Kabinet Gotong Royong) 2001
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (2005)
Gubernur Bank Indonesia (2008)
Wakil Presiden Indonesia (2009)
Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (sampai sekarang)

Biografi Boediono

Boediono adalah Wakil Presiden RI tahun 2009 – 2014. Saat nama Boediono diresmikan sebagai Wakil Presiden Indonesia mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono, sejumlah pro-kontra mewarnainya. Kurangnya latar belakang dan pengalaman di bidang politik membuatnya dianggap tak pantas menjadi ‘orang kedua’ di Indonesia, walau akhirnya prestasi Boediono-lah yang meredam semua pro-kontra ini.

Tak bisa dipungkiri, karir dan pengalaman pria kelahiran 1943 ini di bidang ekonomi-lah yang membawanya ke kursi wakil presiden. Namanya tercatat sebagai Wakil Presiden kedua yang berlatar belakang ekonomi dan non-partisan, setelah Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta.

Nama Boediono sendiri sudah lama terdengar sebelum dirinya menjabat sebagai Wakil Presiden. Pendidikan ekonomi yang didapatkannya dari Universitas Western Australia, Universitas Monash, dan Wharton School Universitas Pennsylvania diterapkan di bidang akademis sekaligus praktis. Suami Herawati ini aktif mengabdikan diri di bidang akademis dengan menjadi Executive Board for Asia – Wharton Advisory Boards di almamaternya, Wharton School of the University of Pennsylvania. Di dalam negeri, Boediono juga masih aktif mengajar sebagai Guru Besar di Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada.

Tak hanya berkutat di lingkup universitas, ayah dua anak ini mulai mempraktikkan ilmunya di tahun 1998. Dirinya diangkat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan di Kabinet Reformasi Pembangunan yang dipimpin oleh Presiden BJ Habibie. Sayangnya, satu tahun kemudian Boediono terpaksa meninggalkan jabatan pemerintahan karena digantikan oleh Kwik Kian Gie saat Presiden Abdurrahman Wahid menjabat.

Terbukti, dirinya tak pernah bisa jauh dari jabatan pemerintahan. Walau sempat tak menjabat, pria yang berdomisili di Yogyakarta ini kembali ditarik menjadi Menteri Keuangan di Kabinet Gotong Royong pimpinan Presiden Megawati di tahun 2001. Prestasi dan kecemerlangannya mulai tampak dengan jabatan ini, salah satunya adalah dengan melepaskan Indonesia dari ketergantungan pada bantuan Dana Moneter Internasional sekaligus mengakhiri kerjasama yang selama ini menjadi beban besar negara. Sejak krisis moneter di tahun 1998, makroekonomi Indonesia masih belum bisa disebut stabil. Boediono dan Dorodjatun Kuntjoro-Jakti (Menteri Koordinator Perekonomian)-lah yang akhirnya berhasil menstabilkan kurs rupiah di angka Rp.9000 per dolar AS. Prestasi ini membuat keduanya disebut sebagai The Dream Team oleh BusinessWeek.

Dengan prestasi besarnya, Boediono diperkirakan akan tetap bertahan dan menjabat sebagai Menteri Keuangan di tahun 2004. Ternyata, dirinya digantikan oleh Jusuf Anwar saat Susilo Bambang Yudhoyono menjabat sebagai Presiden. Keputusan ini bukan semata-mata berasal dari SBY, namun justru karena Boediono memilih untuk beristirahat dan kembali aktif di bidang akademis.

Tak perlu menunggu terlalu lama, setahun kemudian, nama pria berdarah Jawa ini kembali berada di jajaran Menteri, menggantikan Aburizal Bakrie sebagai Menteri Koordinator bidang Perekonomian saat SBY mereshuffle kabinetnya. Penggantian Ical, begitu ia biasa disapa, disambut positif oleh pasar, dengan indikasi menguatnya IHSG dan mata uang rupiah. Hal ini menunjukkan harapan besar pada Boediono, yang dianggap mampu sekali lagi menguatkan stabilitas makro-ekonomi Indonesia.

Karir Boediono di bidang ekonomi semakin meningkat. Dirinya resmi menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia di tahun 2008. Sepertinya hampir tak ada kontra atas pengangkatan Boediono, dengan dukungan berbagai pihak, termasuk Sang Presiden, pendahulunya Burhanuddin Abdullah, Menteri Keuangan Sri Mulyani, KADIN, serta seluruh fraksi di DPR kecuali PDIP.

Kiprahnya sebagai Gubernur Bank Indonesia tak bertahan lama. Boediono digaet Susilo Bambang Yudhoyono pada Pemilu 2009. Dengan dukungan berbagai partai, termasuk Partai Demokrat dan 23 lainnya, pasangan tokoh militer-politik dan ekonom ini melangkah mantap, yang akhirnya resmi menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia sejak 20 Oktober 2009.

Sang Presiden punya alasan tersendiri dalam menggaet Boediono sebagai wakilnya. Sebagai non partisan, pria berkacamata ini dianggap bebas kepentingan, sehingga mampu melakukan reformasi di bidang ekonomi sesuai dengan ilmu yang dimilikinya.

Sayangnya, pendapat ini berseberangan dengan banyak pihak, yang beranggapan Boediono tak cukup pantas berada di kursi pemerintahan tertinggi setelah Presiden, mengingat latar belakang politiknya yang minim. Boediono juga dianggap sebagai sosok yang cukup kontroversial, bahkan disebut sebagai antek IMF, karena jumlah utang negara yang bertambah secara nominal. Pria ini juga sempat disorot karena penentangannya terhadap subsidi sembako yang dianggapnya sebagai candu yang terus memanjakan rakyat.

Tak hanya kontra yang menemani naiknya Boediono sebagai Wakil Presiden. Sebagian pihak justru mengagumi prestasinya sebagai ekonom, terutama kala dirinya menjabat sebagai Menteri. Walau secara nominal jumlah hutang bertambah, secara rasio hutang negara justru menurun drastis. Pria ini juga menjadi panutan karena berhasil mewujudkan Undang-Undang Surat Berharga Syariah dan Perbankan Syariah. Anggapan sebagai antek IMF pun disangkal banyak pihak, karena Boediono adalah salah satu pihak yang dekat dengan gagasan ekonomi kerakyatan yang diwujudkannya dalam buku Ekonomi Pancasila.

Itulah biografi Wakil Presiden Indonesia dari masa ke masa. Sekian semoga postingan ini bermanfaat bagi pembaca dan bisa dijadikan sumber literatur untuk mengerjakan tugas. Sampai jumpa pada postingan selanjutnya.