20 Pengertian Sastra Beserta Ciri-Ciri, Fungsi, Jenis dan Macam Bentuk Karya Sastra Terlengkap

Posted on

20 Pengertian Karya Sastra Beserta Ciri-Ciri, Fungsi, Jenis dan Macam Bentuk Karya Sastra Terlengkap

Karya Sastra ialah Ciptaan yang disampaikan secara komunikatif tentang maksud penulis untuk tujuan estetika. Karya sastra merupakan bentuk karya yang sangat indah baik secara lisan atau tulisan. Kata Sastra sendiri berasal dari bahasa sanksekerta yang berarti teks yang mengandung instruksi atau pedoman, Sas berarti instruksi atau berupa ajaran dan Tra berarti alat atau sarana.

Pengertian Sastra Menurut Para Ahli

Ahmad Badrun
Menurutnya, Sastra ialah kegiatan seni yang menggunakan bahasa dan garis simbol-simbol lain sebagai alat dan bersifat imajinatif.

Semi
Menurutnya, Sastra adalah suatu bentuk dan hasil pekerjaan seni kreatif yang objeknya adalah manusia dan kehidupannya menggunakan bahasa sebagai mediumnya.

Loading...

Mursal Esten
Menurutnya, Sastra atau Kesusastraan adalah pengungkapan dari fakta artistik dan imajinatif sebagai manifestasi kehidupan manusia (masyarakat) melalui bahasa sebagai medium dan memiliki efek yang positif terhadap kehidupan manusia (kemanusiaan).

Engleton
Menurutnya, Sastra adalah karya tulisan yang halus (belle letters) adalah karya yang mencacatkan bentuk bahasa harian dalam berbagai cara dengan bahasa yang dipadatkan, didalamkan, dibelitkan, dipanjang tipiskan dam diterbalikan, dijadikan ganjil.

Panuti Sudjiman
Menurutnya, Sastra sebagai karya lisan dan tulisan yang memiliki keunggulan seperti keorisinalan, keartistikan, keindahan dalam isi dan ungkapannya.

Plato
Menurutnya, Sastra adalah hasil peniruan atau gambaran dari kenyataan (Mimesis). Sebuah karya sastra harus merupakan peneladanan alam semesta dan sekaligus merupakan model kenyataan. Oleh karena itu, nilai sastra sastra semakin rendah dan jauh dari dunia ide.

Aristoteles
Menurutnya, Sastra sebqagai kegiatan lainnya melalui agama, ilmu pengetahuan dan filsafat.

Robert Scholes
Menurutnya, tentu saja sastra itu sebuah kata bukan sebuah benda.

Sapardi
Dia memaparkan bahwa sastra itu adalah sebuah lembaga sosial yang menggunakan nahasa sebagai medium. Bahasa itu sendiri merupakan ciptaan sosial. Sastra menampilkan gambaran kehidupan, dan kehidupan dan kehidupan itu sendiri adalah suatu kenyataan sosial.

Taum
Menurutnya, Sastra adalah karya cipta atau fiksi yang bersifat imajinatif” atau “sastra adalah penggunaan bahasa yang indah dan berguna yang menandakan hal-hal lain”.

Mukarovsky, E.E. Cummings, dan Sjklovski
Menurut mereka, Sastra adalah karya fiksi yang merupakan hasil kreasi berdasarkan luapan emosi yang spontan yang mampu mengungkapkan aspek estetik baik antara aspek kebahasaan maupun aspek makna.

Wellek dan Warren
Menurut mereka, Sastra adalah suatu kegiatan kreatif, sederetan karya seni.

Lefevere
Menurutnya, Sastra adalah deskripsi pengalaman kemanusiaan yang memiliki dimensi personal dan sosial sekaligus serta pengetahuan kemanusiaan yang sejajar dengan bentuk hidup itu sendiri.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Sastra adalah “karya tulis yang bila dibandingkan dengan tulisan lain, ciri-ciri keunggulan, seperti keaslian, keartistikan, keindahan dalam isi dan ungkapannya”. Karya sastra berarti karangan yang mengacu pada nilai-nilai kebaikan yang ditulis dengan bahasa yang indah. Sastra memberikan wawasan yang umum tentang masalah manusiawi, sosial, maupun intelektual, dengan caranya yang khas. Pembaca sastra dimungkinkan untuk menginterpretasikan teks sastra sesuai dengan wawasannya sendiri.

Tarin
Menurutnya, Sastra adalah obyek dari gejolak emosional penulis dalammengungkapkan, seperti perasaan sedih, frustasi, gembira, dan sebagainya.

Sumarno
Menurutnya, Sastra merupakan pengalaman ekspresi pribadi manusia berupa, pikiran, perasaan, ide, semangat, iman, dalam bentuk gambar yangmembangkitkan tarik beton dengan alat bahasa.

Sumardjo dan Sumaini
Menurut mereka, Definisi Sastra antara lain :

  • Sastra adalah seni bahasa
  • Sastra adalah ekspresi spontan perasaan yang mendalam.
  • Sastra adalah ekspresi pikiran dalam bahasa
  • Sastra adalah kehidupan disegel bentuk dalamsebuah inspirasi dari keindahan.
  • Sastra adalah semua buku yang berisi perasaankemanusiaan kebenaran yang benar dan bermoral kesucian dengan sentuhan, luas pandang dan bentuk yang mempesona.

Damono
Dia mengungkapkan bahwa kehidupan sastra menampilkan gambaran, dan kehidupan itu sendiri adalah realitas sosial. Dalam pengertian ini, kehidupan mencakuphubungan antar-masyarakat, antar-masyarakat dan individu, interpersonal, dan antar peristiwa terjadi dalam batin seseorang.

Suyitno
Menurutnya, Sastra adalah sesuatu yang imajinatif, kreatif juga fiktif dan harus melayani dapat dipertanggungjawabkan.

Saini
Menurutnya, Sastra merupakan pengalaman ekspresi pribadi manusiaberupa, pikiran, perasaan, ide, semangat, iman, dalam bentuk gambar yang membangkitkan tarik beton dengan alat bahasa.

Ciri-Ciri Sastra

Ciri-ciri sastra antara lain:

  • Isinya dapat menggambarkan akan manusia dengan berbagai bentuk permasalahannya.
  • Terdapat tatanan bahasa yang baik dan indah.
  • Cara penyajiannya dapat memberi kesan yang menarik bagi pembaca.

Fungsi Sastra

  • Fungsi reaktif yaitu dapat memberikan sebuah kesangan atau hiburan untuk para pembacanya.
  • Fungsi estetis yaitu dapat memberi keindahan bagi para pembacanya.
  • Fungis didaktif yaitu dapat memberikan sebuah pengetahuan atau wawasan mengenai persoalan-persoalan yang ada di kehidupan kepada para pembacanya.
  • Fungsi religius yaitu dapat menghadirkan nilai ajaran keagamaan di dalamnya yang dapat di teladani oleh para pembacanya.
  • Fungsi moralitas yaitu dapat memberi pengetahuan moral antara yang baik dan yang buruk begi para pembacanya.

Jenis & Macam Karya Sastra

Ada 2 bentuk karya sastra yaitu fiksi dan non fiksi. Jenis karya sastra fiksi seperti Prosa, Puisi, dan Drama. Sedangkan karya sastra nonfiksi seperti biografi, autobiografi, esai dan kritik sastra.

1. Karangan Prosa (Karangan Bebas)
Karangan prosa atau karangan bebas adalah karangan yang tidak terikat oleh jumlah baris, bait dan rima (sajak). Ada 2 jenis karangan bebas (prosa) yaitu prosa lama dan prosa baru.

a. Prosa lama, diantaranya :

  • Legenda adalah cerita terjadinya suatu daerah, danau, gunung, dan sebagainya. Contoh : Terjadinya Gunung Tangkuban Perahu, Asal – Usul Terajadinya Danau Toba.
  • Fabel adalah cerita yang tokoh – tokohnya berupa hewan. Contoh : Kelinci dan Buaya
  • Sage adalah cerita tentang sejarah. Contoh : Berdirinya Kerajaan Sriwijaya
  • Mitos adalah cerita tentang makhluk gaib. Contoh : Nyi Roro Kidul

b. Prosa Baru, diantaranya :

  • Cerita pendek (cerpen) adalah cerita yang bentuknya pendek. Ciri- ciri cerpen antara lain alurnya lebih sederhana, tokohnya hanya beberapa orang, latar hanya sesaat, lingkupnya terbatas dan temanya lebih sederhana
  • Novel adalah cerita yang mengisahkan sisi utuh kehidupan tokoh-tokohnya. Ciri-ciri umum novel antara lain alurnya lebih rumit dan panjang, tokoh lebih banyak dalam berbagai karakter, latar waktunya lama dengan lingkup yang luas dan temanya lebih rumit dan kompleks.
  • Autobiografi adalah karangan yang berisi riwayat hidup seseorang yang ditulis sendiri oleh tokoh tersebut.
  • Biografi adalah karangan yang berisi riwayat hidup seseorang yang dituis oleh orang lain.

Prosa dapat ditulis dalam berbagai bentuk :

  • Karangan narasi
    Karangan yang disusun berdasarkan suatu peristiwa tertentu dan diceritakan secara berurutan
  • Karangan deskripsi
    Karangan yang menggambarkan sesuatu dengan kata-kata atau kalimat – kalimat secara terperinci dan
    cermat.
  • Karangan argumentasi
    Karangan yang berisi pendapat tentang suatu masalah dengan penyajian data atau fakta. Dalam karangan
    ini biasanya disertakan grafik, diagram atau gambar.
  • Karangan persuasi
    Karangan yang bertujuan untuk mempengaruhi pembaca agar mau melakukan sesuatu sesuai yang
    diinginkan penulis atau pengarang.

2. Cerita Rakyat
Cerita rakyat adalah cerita yang tumbuh dan berkembang di suatu daerah tertentu. Cerita tersebut berkembang dari lisan ke lisan dan tidak ada kejelasan siapa pengarangnya. Contoh cerita rakyat dari Jawa Barat adalah : Lutung Kasarung, Sangkuriang, dan sebagainya.

Ciri-ciri cerita rakyat :

  • Disampaikan secara lisan
  • Pengarangnya tidak diketahui (anonim)

Unsur – unsur dalam cerita rakyat :

  • Latar adalah keterangan mengenai waktu, tempat, ruang, dan suasana yang terjadi dalam cerita.
  • Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca atau pendengar.
  • Watak adalah sifat bathin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku. Ada watak
    penyabar, bijaksana, ramah, jahat, iri, dengki, pendendam dan sebaganya.

3. Drama
Drama merupakan tiruan kehidupan manusia yang dipentaskan.

Unsur-unsur drama adalah :

1. Kerangka cerita
Kerangka cerita merupakan rangkaian peristiwa yang membentuk cerita.
2. Penokohan
Penokohan menggambarkan watak setiap tokoh
Ada 3 macam watak tokoh, yaitu :

  • Prontagonis yaitu watak tokoh yang menampilkan perilaku baik : penyayang, penyabar, pembela
    kebenaran dan sebagainya.
  • Antagonis yaitu watak tokoh yang berperilaku jahat atau penenta yang kebaikan
  • Tritagonis yaitu watak tokoh yang mendukung prontagonis

c. Tema yaitu gagasan pokok dalam cerita
d. Perlengkapan yaitu : kostum, tata panggung, tata lampu dan sebagainya.

Struktur drama ada 3 macam, yaitu :

  • Prolog atau adegan pembukaan.
  • Dialog atau percakapan antar tokoh
  • Epilog atau adegan terakhir atau penutup.

4. Karangan Puisi (Karangan Terikat)
Karangan ini terutama dalam puisi lama, masih terikat dengan jumah baris, bait dan rima (sajak). Puisi terdiri atas 2 jenis, yaitu :

a. Puisi lama
1.Pantun
Contoh :

Berburu ke padang datar
Mendapat rusa belang kaki
Berburu kepalang ajar
Bagai bunga kembang tak jadi

Ciri – ciri pantun :

  • Setiap bait terdiri dari 4 baris
  • Setiap baris terdiri dari 8 sampai 12 suku kata
  • Baris pertama dan kedua merupakan sampiran
  • Baris ketiga dan keempat merupakan isi
  • Berima (bersajak) a-b-a-b

b. Syair
Yaitu bentuk puisi lama yang bentuknya lebih bebas daripada pantun.
Contoh :
Titik koma mana yang kurang
atau ejaan tiada terang
Pembaca jangan berhati berang
khilaf atau lupa kerap menyerang

Ciri-ciri syair antara lain :

  • Setiap bait terdiri atas 4 baris
  • Setiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata
  • Bersajak a-a-a-a

Selain pantun dan syair, karangan puisi lama antara lain Talibun dan Gurindam.

c. Puisi baru
Jenis puisi ini tidak terikat oleh bait, jumlah baris, atau rima.

Demikian artikel yang diberikan tentang 20 Pengertian Sastra Beserta Ciri-Ciri, Fungsi, Jenis dan Macam Bentuk Karya Sastra Terlengkap semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah ilmu pengetahuan anda.