Pengertian Modal Kerja, Konsep, Jenis, Manfaat, Penggunaan, Manajemen dan Perputaran Modal Kerja Lengkap

Posted on

Pengertian Modal Kerja, Konsep, Jenis, Manfaat, Penggunaan, Manajemen dan Perputaran Modal Kerja Menurut Para Ahli Lengkap – Modal kerja adalah modal yang dibutuhkan dalam pembiayaan segala aktivitas agar usaha terlaksaana berdasarkan rencana yang telah dibuat. Secara umum, modal kerja diartikan sebagai kelebihan aktiva lancar pada kewajiban (hutang) jangka pendek. Kelebihan tersebut merupakan modal kerja bersih.

Modal kerja adalah suatu investasi perusahaan dalam aktiva jangka pendek seperti kas ataupun sekuritas yang mudah dijual, persediaan dan piutang. Sedangkan modal kerja bersih adalah pengurangan aktiva lancar dengan hutang lancar.

Pengertian Modal Kerja Menurut Para Ahli

Eugene F. Brigham dan Joel F. Houston

Menurut Eugene F. Brigham dan Joel F. Houston, Modal kerja adalah penjumlahan dari aktiva lancar. Aktiva lancar tersebut adalah modal kerja kotor. Pengertian ini bersifat kuantitatif dikarenakan jumlah dana yang dipakai dalam tujuan operasi jangka pendek. Ketersediaan modal kerja sangat tergantung pada tingkat liquiditas aktiva lancar (kas, surat berharga, persediaan, dan piutang).

Loading...

Kasmir (2012:250)

Menurut Kasmir, Modal Kerja adalah modal yang digunakaan untuk melakukan kegiatan operasi perusahaan. Modal kerja diartikan sebagai investasi yang ditanamkan dalam aktiva lancar atau aktiva jangka pendek, seperti kas, bank, surat-surat berharga,piutang,persediaan dan aktiva lancar.

Jumingan (2006)

Menurut Jumingan, Modal kerja adalah jumlah aktiva lancar pada neraca perusahaan. Konsep modal kerja bersih yaitu pengurangan antara aktiva lancar atau aset saat ini dengan pasiva lancar/hutang lancar. Sehingga diketahui bahwa terdapat modal kerja bersih dan modal kerja kotor.

Konsep Modal Kerja

Menurut Munawir (2010:14), secara umum terdapat 3 konsep modal kerja yang digunakaan, diantaranya yaitu:

Konsep Kuantitatif
Konsep ini menitik beratkan pada kuantum yang diberlakukan untuk mencukupi kebutuhan perusahaan dalam membiayai operasinya yang bersifat rutin atau menunjukan jumlah dana (fund) yang tersedia untuk tujuan operasi jangka penpek. Konsep ini menganggap bahwa modal kerja merupakan jumlah aktiva lancar (gross working capital).

Konsep Kualitatif
Konsep ini menitik beratkan pada kualitas modal kerja.Dalam konsep ini, pengertian modal kerja adalah kelebihan aktiva lancar terhadap hutang jangka pendek (net working capital), yaitu jumlah aktiva lancar yang berasal dari pinjaman jangka panjang maupun para pemilik perusahaan.

Konsep Fungsional
Konsep ini menitik beratkan pada fungsi dana yang dimiliki dalam rangka menghasilkan pendapatan (laba) usaha pokok perusahaan.

Jenis Modal Kerja

Menurut Munawir (2010:119), pada dasarnya modal kerja terdiri dari dua, yaitu:

  • Bagian yang tetap atau bagian yang permanen yaitu jumlah minimum yang harus tersedia agar perusahaan dapat berjalan lancar tanpa kesulitan keuangan.
  • Jumlah modal kerja yang variabel yang jumlahnya tergantung pada aktifitas musiman dan kebutuhan-kebutuhan di luar aktivitas biasa.

Manfaat Modal Kerja

Menurut Munawir (2010:116), manfaat modal kerja diantaranya yaitu:

  • Melindungi perusahaan terhadap krisis modal kerja karena turunnya nilai dari aktiva lancar.
  • Memungkinkan untuk dapat membayar semua kewajiban-kewajiban tepat pada waktunya.
  • Memungkinkan untuk memiliki persediaan dalam jumlah yang cukup untuk melayani para konsumen.
  • Memungkinkan bagi perusahaan untuk memberikan syarat kredit yang lebih menguntungkan kepada para langgannya.
  • Memungkinkan perusaahan untuk bisa beroperasi dengan lebih efesien karena tidak ada kesulitan untuk mendapatkan barang ataupun jasa yang dibutuhkan.

Penggunaan Modal Kerja

Menurut Kashmir (2012:258), penggunaan modal kerja biasanya dilakukan perusahaan untuk hal-hal berikut ini diantaranya yaitu:

  • Pengeluaran gaji, upah dan biaya operasi perusahaan lainnya.
  • Pengeluaran untuk membeli bahan baku atau barang dagangan.
  • Menutupi kerugian akibat penjualan surat berharga.
  • Pembentukan dana.
  • Pembelian aktiva tetap (tanah, bangunan, kendaraan dan mesin).

Manajemen Modal Kerja

Menurut Muslich (2005:142), Manajemen modal kerja adalah manajemen pada aktiva dan pasiva lancar. Manajemen modal kerja memiliki beberapa arti penting bagi perusahaan. Pertama, modal kerja menunjukan ukuran besarnya investasi yang dilakukan perusahaan dalam aktiva lancar dan klaim atas perusahaan yang diwakili utang lancar. Kedua, investasi dalam aktiva likuid, piutang barang adalah sensitif terhadap tingkat produktifitas dan penjualan.

Menurut Kasmir (2012:253), tujuan manajemen modal kerja diantaranya yaitu:

  • Untuk memenuhi kebutuhan profitabilitas perusahaan
  • Dengan modal kerja yang cukup perusahaan memiliki kemampuan untuk memenuhi kewajiban pada waktunya.
  • Memungkinkan perusahaan untuk memperoleh tambahan dana dari pada kreditor jika rasio keungan memenuhi syarat.
  • Guna memaksimalkan penggunaan aktiva lancar guna meningkatkan penjualan dan laba.
    Melindungi diri jika terjadi krisis modal kerja akibat turunnya nilai aktiva lancar.

Perputaran Modal Kerja

Perputaran modal kerja adalah rasio yang dipakai dalam pengukuran atau penilaian tingkat efektifitas m0dal kerja pada periode tertentu. Rasio tersebut bisa dihitung melalui perbandingan penjualan dengan modal kerja (rata-rata).

Rumus perputaran modal kerja, yaitu:

Demikian artikel tentang “Pengertian Modal Kerja, Konsep, Jenis, Manfaat, Penggunaan, Manajemen dan Perputaran Modal Kerja Lengkap“, semoga bermanfaat. dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya. Sampai jumpa