Pengertian Budget, Tujuan, Fungsi, Manfaat dan Cara Menyusun Budget Lengkap

Posted on

Pengertian Budget, Tujuan, Fungsi, Manfaat dan Cara Menyusun Budget Lengkap – Budget adalah suatu rencana keuangan periodik yang disusun berdasarkan program yang telah disahkan. Budget merupakan rencana tertulis mengenai kegiatan suatu organisasi yang dinyatakan secara kuantitatif dan umumnya dinyatakan dengan satuan uang untuk jangka waktu tertentu. (Nafarin, 2004:12)

Selain itu ada pengertian budget menurut para ahli lainnya, diantaranya:

Menurut Suharman (2006:76), Pada dasarnya budget adalah alat yang dipergunakan dalam suatu organisasi perusahaan atau bisnis untuk mengungkapkan rencana kegiatan dalam satuan kuantitatif, koordinasi dan implementasi serta mengendalikan kegiatan operasional maupun menilai kinerja manajerial dalam suatu organisasi perusahaan.

Loading...

Menurut Harahap (2001:15), Budget adalah adalah konsep yang membantu manajemen, ia larut dalam fungsi manajemen, membantu, dan mempermudah manajemen dalam mencapai tujuan. budget terdiri dari serangkaian taksiran-taksiran yang dapat dipakai sebagai suatu program untuk menjalankan kegiatan perusahaan pada suatu periode, khususnya pada masa yang akan datang.

Karakteristik Budget

Menurut Mulyadi (2001:490), karakteristik atai ciri budget diantaranya yaitu:

  • Dinyatakan dalam satuan keuangan dan satuan selain keuangan. Mencakup jangka waktu tertentu, biasanya satu tahun.
  • Berisi komitmen atau kesanggupan manajemen untuk menerima tanggung jawab dalam mencapai sasaran yang ditetapkan.
  • Akan menjadi bahan review dan disetujui oleh pihak yang memiliki wewenang lebih tinggi.
  • Secara berkala, kinerja keuangan sesungguhnya dibandingkan dengan budget, jika terdapat selisih dijelaskan penyebabnya.

Tujuan Penyusunan Budget

Menurut Nafarin (2004), tujuan penyusunan budget yaitu:

  • Digunakan sebagai landasan yuridis formal dalam memilih sumber dan investasi dana.
  • Memberikan batasan atas jumlah dana yang dicari dan digunakan.
  • Merinci jenis sumber dana yang dicari maupun jenis investasi dana sehingga dapat memudahkan pengawasan.
  • Merasionalkan sumber dan investasi dana agar dapat mencapai hasil yang maksimal.
  • Menyempurnakan rencana yang telah disusun karena dengan budget lebih jelas dan nyata terlihat.
  • Menampung dan menganalisis serta memutuskan setiap usulan yang berkaitan dengan keuangan.

Menurut Cristina (2001:4), tujuan penyusunan budget yaitu:

  • Menyatakan harapan atau sasaran perusahaan secara jelas dan formal, sehingga bisa menghindari kerancuan dan memberikan arah terhadap apa yang hendak dicapai manajemen.
  • Mengkomunikasikan harapan manajemen kepada pihak terkait sehingga budget dimengerti, didukung, dan dilaksanakan.
  • Menyediakan rencana terinci mengenai aktivitas dengan maksud mengurangi ketidakpastian dan memberikan pengarahan yang jelas bagi individu dan kelompok dalam upaya mencapai tujuan perusahaan.
  • Mengkoordinasikan cara atau metode yang akan ditempuh dalam rangka memaksimalkan sumber daya.
  • Menyediakan alat pengukur dan mengendalikan kinerja individu dan kelompok, serta menyediakan informasi yang mendasar perlu tidaknya tindakan koreksi.

Fungsi dan Manfaat Budget

Menurut Nafarin (2004:15-17), fungsi dan manfaat budget yaitu:

Fungsi perencanaan
Budget merupakan alat perencanaan tertulis menuntut pemikiran yang teliti dan akan memberikan gambaran yang lebih nyata/jelas dalam unit dan uang. Sebagai contoh yaitu dengan merencanakan laba yang setinggi-tingginya. Dalam budget, rencana laba yang setinggi-tingginya tersebut dirumuskan secara teliti dan nyata yaitu dinyatakan secara kuantitatif.

Fungsi Pelaksanaan
Budget adalah pedoman dalam pelaksanaan pekerjaan, sehingga setiap pekerjaan yang ada dalam kegiatan di perusahaan dijalankan secara selaras dalam upaya mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dengan demikian, budget penting untuk menyelaraskan (koordinasi) setiap bagian kegiatan, seperti bagian pemasaran, bagian umum, bagian produksi dan bagian keuangan. Jika salah satu bagian (departemen) saja tidak bisa melaksanakan tugas sesuai dengan yang telah direncanakan, maka mengakibatkan bagian (departemen) yang lain juga tidak bisa melaksanakan tugasnya secara selaras, terarah, dan terkoordinir sesuai yang direncanakan atau yang telah disepakati dalam budget. Hal tersebut menunjukkan peran aktif budget sebagai alat pengkoordinasian kerja dalam membantu manajemen perusahaan melaksanakan fungsi dan tugasnya.

Fungsi Pengawasan
Budget berfungsi sebagai alat pengawasan (Controlling),
ini berarti budget bermanfaat mengevaluasi (menilai) setiap pelaksanaan pekerjaan, dengan cara memperbandingkan realisasi dengan rencana (budget) dan melakukan tindakan perbaikan jika dipandang perlu (jika terdapat penyimpangan yang merugikan).

Cara Penyusunan Budget

Menurut Gunawan & Asri (2003:7), syarat menyusun budget diantaranya yaitu:

  • Realistis, ini berarti tidak terlalu optimis dan tidak terlalu pesimis.
  • Luwes, ini berarti tidak kaku dan mudah untuk disesuaikan dengan keadaan yang mudah berubah.
  • Continue, ini berarti membutuhkan perhatian secara terus menerus.
  • Memiliki kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif.
  • Memiliki kemampuan untuk memberikan motivasi kepada para anggotanya.
  • Memiliki kemampuan untuk mendorong adanya partisipasi.

Menurut Stoner dan Freeman (1995:570), ada 2 (dua) cara penyusunan budget yaitu:

Top-Down Budgeting
Top-Down Budgeting yaitu cara penyusunan budget yang ditentukan oleh pimpinan tertinggi perusahaan dengan sedikit atau tanpa ada konsultasi dengan manajer tingkat bawah. Keuntungan Top-Down Budgeting yaitu mempersingkat waktu penyusunan budget. Sedangkan kelemahan Top-Down Budgeting yaitu tidak diperhitungkannya kebutuhan tiap-tiap bagian dengan tepat, karena semuanya merupakan keputusan sepihak dari manajer tingkat atas (top manager).

Bottom-Up Budgeting
Bottom-Up Budgeting yaitu cara penyusunan budget yang disiapkan oleh pihak yang akan melaksanakan budget tersebut. Keuntungan menggunakan Bottom-Up Budgeting yaitu budget disusun memang berdasarkan bagian yang membutuhkan dana atau bagian yang akan memberikan penghasilan bagi perusahaan, sehingga alokasi dana menjadi lebih akurat atau dengan kata lain tingkat keakuratan budget sangat tinggi. Namun kelemahan Bottom-Up Budgeting yaitu memakan waktu yang cukup lama.

Demikian artikel tentang “Pengertian Budget, Tujuan, Fungsi, Manfaat dan Cara Menyusun Budget Lengkap“, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya. Sampai jumpa.