Pengertian Tulang, Fungsi, Macam Jenis, Bentuk, Struktur dan Proses Pembentukan Tulang Lengkap

Posted on

Pengertian Tulang, Fungsi, Macam Jenis, Bentuk, Struktur dan Proses Pembentukan Tulang Lengkap – Tulang atau kerangka adalah penopang tubuh Vertebrata. Tanpa tulang, pasti tubuh tidak bisa tegak berdiri. Tulang mulai terbentuk sejak bayi dalam kandungan, berlangsung terus hingga dekade kedua dalam susunan yang teratur.

Pengertian tulang adalah jaringan yang kuat dan tangguh yang memberi bentuk pada tubuh. Tanpa tulang tubuh tidak akan dapat berdiri tegak. Selain itu, tulang juga berfungsi dalam sistem gerak. Dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu melakukan gerak. Sistem gerak pada manusia didukung oleh dua komponen utama, yaitu tulang dan otot. Otot merupakan alat gerak aktif dan tulang merupakan alat gerak pasif. Tulang merupakan alat gerak pasif karena tulang tidak bisa bergerak sendiri, tapi harus digerakkan oleh otot.

Fungsi Tulang

Fungsi tulang berbeda sesuai dengan bentuknya, adapun fungsi tulang diantaranya yaitu:

Loading...
  • Sebagai penunjang dan pemberi bentuk tubuh
  • Sebagai pelindung alat-alat vital tubuh seperti otak, jantung, paru-paru dan sebagainya
  • Sebagai penyusun rangka tubuh
  • Sebagai tempat melekatnya otot
  • Sebagai tempat pembentukan sel-sel darah
  • Sebagai tempat penyimpanan mineral (kalium dan fosfor)

Macam-Macam Tulang

Berdasarkan jaringan penyusunnya, tulang dibedakan menjadi dua jenis, yaitu tulang rawan (kartilago) dan tulang keras (osteon).

Tulang Rawan (Kartilago)

Tulang rawan (kartilago) adalah jaringan ikat lentur yang ada pada tubuh manusia maupun hewan termasuk sendi diantara tulang, sangkar rusuk, telinga, hidung, saluran tenggorokan dan cakram intervertebra. Tulang rawan ini lebih lunak dari tulang tapi lebih keras dan kurang lentur dari otot.

Tulang Rawan tersusun atas kumpulan sel tulang rawan atau kondosit yang menghasilkan matriks ekstraseluler berupa serat dan substansi dasar. Tulang rawan merupakan kerangka sementara pada embrio sebelum digantikan dengan tulang sejati secara bertahap.

Sel tulang rawan mengeluarkan matriks yang disebut dengan kondrin. Matriks tersebut membuat tulang rawan bersifat lentur, lincin dan kuat. Kelenturan tulang rawan pada tulang rusuk penyusun rongga dada membuat tulang rusuk bergerak bebas mengikuti pengembangan paru-paru saat bernapas. Tulang rawan di antara ruas tulang belakang sangat kuat dan tahan terhadap tekanan sehingga dapat dengan mudah kembali ke bentuk awal.

Tulang rawan bersifat liat dan lentur karena adanya zat antar sel tulang yang banyak mengandung zat perekat dan juga zat kapur. Zat kapur tersebut merupakan perekat tulang, zat kapur merupakan sejenis protein yang disebut dengan kolagen. Contoh tulang rawan yang ada pada orang dewasa terdapat di telinga, hidung, ujung tulang keras dan sendi.

Tulang rawan dibentuk oleh sel tulang rawan (kondrosit) dan matriks (bahan dasar yang keras pada tulang). Tulang rawan dibedakan menjadi tiga macam, yaitu tulang rawan hialin, tulang rawan elastis, dan tulang rawan fibrosa.

  • Tulang rawan hialin, yaitu tulang rawan yang bersifat halus, transparan dan memiliki matriks yang homogen. Tulang rawan hialin terdapat pada permukaan persendian serta dinding trakea.
  • Tulang rawan elastis, yaitu tulang rawan yang bersifat lentur dan matriks mengandung serabut elastis yang bercabang-cabang. Tulang rawan elastis terdapat pada ujung hidung dan daun telinga.
  • Tulang rawan fibrosa, yaitu tulang rawan yang bersifat kurang lentur dan matriks mengandung banyak serabut kolagen. Tulang rawan fibrosa terdapat diantara ruas-ruas tulang belakang dan tulang rawan pada lutut (tendon dan ligamentum).

Tulang Keras (Osteon)

Tulang keras (osteon) adalah jaringan ikat khusus yang merupakan komponen sistem gerak. Tulang keras atau tulang sejati bersifat kaku dan keras, tulang ini merupakan alat gerak pasif yaitu alat gerak yang bisa bergerak jika digerakkan otot. Tulang keras tersusun atas zat kapur dan fosfor.

Berdasarkan matriksnya, tulang keras dibedakan menjadi 2 jenis yaitu tulang kompak dan tulang spons.

Tulang Kompak
Tulang kompak adalah tulang yang memiliki susunan matriks rapat dan padat yang mengandung zat kapur dan juga fosfor. Tulang kompak pada sel-sel tulang (osteosit) tersusun dan membentuk sistem havers. Contoh tulang kompak diantaranya: tulang lengan atas, tulang hasta, tulang pengumpil, tulang telapak tangan, tulang ruas jari tangan, tulang selangka, tulang paha, tulang kering, tulang betis, tulang telapak kaki, dan tulang ruas jari kaki.

Tulang Spons
Tulang spons adalah tulang yang memiliki matriks berongga dan tersusun oleh anyaman trabeculae (mirip pecahan genting) yang pipih serta mengandung serat kolagen. Rongga yang ada pada tulang spons tersebut diisi dengan jaringan sumsum tulang. Contoh tulang spons diantaranya:

  • Tulang pipih, contoh tulang pipih diantaranya seperti tulang penyusun tengkorak dan wajah, tulang dada, tulang rusuk dan tulang belikat.
  • Tulang pendek, contoh tulang pendek diantaranya seperti tulang pergelangan tangan, tulang pergelangan kaki dan ruas tulang belakang.

Berdasarkan bentuknya, tulang keras dibedakan menjadi 3 yaitu:

Tulang pipih
Jenis tulang keras ini memiliki bentuk memipih pada kedua bagian ujungnya. Contoh tulang pipih seperti tulang penyusun tengkorak, tulang rusuk dan tulang dada.

Tulang pendek
Jenis tulang keras ini berukuran pendek dan memiliki bentuk seperti dadu. Tulang pendek terdapat pada tulang pergelangan tangan dan ruas tulang belakang.

Tulang pipa
Jenis tulang keras ini panjang dan memiliki bentuk seperti pipa. Contoh tulang pipa terdapat pada tulang anggota gerak.

Bentuk-Bentuk Tulang

Berdasarkan bentuknya, tulang dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu tulang pendek, tulang pipa (panjang), tulang pipih, dan tulang irregular.

Tulang pipa (panjang)
Tulang ini memiliki bentuk seperti tabung yang berongga. Tulang pipa bisa ditemukan di tulang paha, tulang betis, tulang hasta, tulang kering, dan tulang pengumpil.

Tulang pendek
Tulang ini memiliki bentuk seperti kubus. Tulang ini hanya ditemukan di pangkal kaki, pangkal lengan, dan ruas-ruas tulang belakang.

Tulang pipih
Sesuai namanya bentuk tulang ini pipih atau lempengan. Tulang pipih berfungsi sebagai penyusun dinding rongga atau sebagai pelindung. Contoh tulang pipih yaitu tulang rusuk, tulang belikat, dan tulang tengkorak.

Tulang irregular
Tulang ini memiliki bentuk tidak beraturan. Tulang irregular bisa ditemukan pada tulang-tulang muka dan tulang belakang.

Struktur Tulang

Tulang panjang seperti tulang paha terdiri ats dua struktur yang berbeda yaitu tulang kompak (kortikal) dan tulang spons (cancellous atau trabecular). Tulang kompak membentuk silinder padat pada bagian poros tengah tulang di sekitar rongga sumsum tulang. Tulang kompak menyumbang 80% dari massa tulang dalam tubuh manusia. Tulang spons terletak di ujung tulang panjang, menyumbang sekitar 20 % dari total massa tulang dan memiliki struktur seperti sarang lebah.

Sebagian besar tulang terdiri dari 10-20 % air, sekitar 60-70% adalah mineral tulang dan sisanya adalah kolagen (protein berserat utama dalam tubuh), namun tulang juga mengandung sejumlah kecil zat lain seperti protein dan garam anorganik. Komposisi komponen mineral tulang bisa diperkirakan sebagai hidroksiapatit (HA) yang merupakan gabungan antara kalsium dan fosfat, dengan rumus kimia Ca10 (PO4) 6 (OH) 2.

Pada bagian ujung tulang pipa terdapat perluasan bentuk sebagai fungsi untuk berhubungan dengan tulang lain. Ujung tulang yang melebar ini tersusun atas tulang spons yang disebut epifise. Bagian tengan diantara ujung yang meluas disebut diafise yang merupakan tulang kompak yang di dalamnya terdapat rongga yang disebut rongga sumsum tulang. Antara epifise dan diafise ada daerah yang disebut cakra epifise. Daerah cakra epifise ini yang bisa tumbuh dan bertambah panjang selama seseorang masih dalam pertumbuhan.

Pembentukan Tulang

Dalam tahap perkembangan embrio rangka tubuh masih berupa tulang rawan. Kartilago dibentuk oleh sel-sel mesenkim. Di dalam kartilago tersebut akan diisi oleh osteoblast (sel pembentuk tulang keras). Osteoblast akan mengisi jaringan sekelilingnya dan membentuk osteosit (sel tulang). Sel tulang di bentuk secara kosentris (dari arah dalam ke luar), setiap sel tulang akan mengelilingi pembuluh darah dan serabut saraf, memnbentuk sistem Havers. Di dalam tulang terdapat sel-sel osteoklas. Sel ini berfungsi menyerap kembali sel tulang yang sudah rusak dan dihancurkan. Adanya aktivitas sel osteoklas yang menyebabkan tulang bisa berongga. Rongga ini nantinya akan diisi oleh sumsum tulang.

Proses pembentukan tulang disebut osifikasi. Proses ini dibedakan menjadi dua, yaitu osifikasi intramembranosa dan osifikasi intrakartilagenosa. Osifikasi intramembranisa disebut penulangan langsung atau osifikasi primer. Proses ini terjadi pada tulang pipih, misalnya tulang tengkorak. Penulangan ini hanya terjadi sekali dan tidak akan terulang lagi untuk selamanya. Contoh osifikasi intrakartilagenosa yaitu pembentukan tulang pipa yang akan menyebabkan tulang bertambah panjang di daerah cakra epifise.

Demikian penjelasan tentang Pengertian Tulang, Fungsi, Macam Jenis, Bentuk, Struktur dan Proses Pembentukan Tulang Lengkap . Semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya. Sampai jumpa