Pengertian Employee Engagement, Dimensi dan Faktor yang Mempengaruhi Employee Engagement Lengkap

Posted on

Pengertian Employee Engagement, Dimensi dan Faktor yang Mempengaruhi Employee Engagement (Keterikatan Karyawan) Lengkap – Employee Engagement atau Keterikatan Karyawan adalah suatu kondisi, sikap atau perilaku positif seorang karyawan terhadap pekerjaan dan organisasinya yang ditandai dengan semangat, dedikasi dan keasyikan untuk tercapainya tujuan dan keberhasilan organisasi.

Istilah Employee Engagement pertama kali dikenalkan pada tahun 1990 oleh William Khan. Ia menyatakan bahwa engagement adalah pemanfaat diri anggota organisasi untuk peran pekerjaan mereka dengan menggunakan fan mengekspresikan diri baik secara fisik, kognitif dan emosionalselama menjalankan peran dalam organisasi.

Seorang karyawan dengan tingkat keterikatan tinggi pada organisasi memiliki pemahaman dan kepedulian terhadap lingkungan operasional, antusias dalam bekerja, mampu bekerja sama dengan karyawan lain, berbicara positif mengenai organisasi dan berbuat melebihi harapan organisasi.

Loading...

Pengertian Employee Engagement Menurut Para Ahli

Robinson, Perryman dan Hayday (2004)

Menurut Robinson, Perryman dan Hayday, Employee Engagement adalah sikap positif individukaryawan terhadap organisasi dan nilai organisasi. Karyawan dengan tingkat keterikatan tinggi pada organisasi memiliki pemahaman dan kepedulian terhadap lingkungan operasional organisasi, mampu bekerja sama untuk meningkatkan pencapaian unit kerja atau organisasi melalui kerjasama antara karyawan dan manajemen.

Hughes dan Rog (2008)

Menurut Hughes dan Rog, Employee Engagement adalah hubungan emosional dan intelektual yang tinggi yang dimiliki karyawan terhadap pekerjaannya, organisasi, manajer atau rekan kerja yang memberikan pengaruh untuk menambah discretinory effort dalam pekerjaannya.

Schaufeli dan Bakker (2004)

Menurut Schaufeli dan Bakker, Employee Engagement adalah pemikiran positif, yakni pemikiran untuk menyelesaikan hal yang berhubungan dengan pekerjaan dan dikarakteristikkan dengan vigor (resiliensi energi dan mental ketika bekerja), dedication (berpartisipasi dalam pekerjaan mengalami rasa antusiasme dan tantangan), dan absorption (konsenterasi dan senang dalam bekerja).

Nurofia (2005)

Menurut Nurofia, Employee Engagement adalah antusiasme karyawan dalam bekerja yang terjadi karena karyawan mengarahkan energinya untuk bekerja yang selaras dengan prioritas strategi perusahaan. Antusiasme ini terbentuk karena karyawan merasa terikat sehingga berpotensi untuk menampilkan perilaku yang terikat. Perilaku yang engage memberikan dampak positif bagi organisasi yaitu peningkatan revenue.

Aspek dan Dimensi Employee Engagement

Menurut Schaufeli dan Bakker (2003), ada tiga aspek yang membangun dimensi employee engagement, diantaranya yaitu:

Kekuatan (Vigor)
Kekuatan dikarakteristikkan dengan energi dan resiliensi mental yang tinggi saat sedang bekerja, kemauan berusaha sungguh-sungguh dalam pekerjaan dan gigih dalam menghadapi kesulitan. Biasanya individu dengan skor tinggi pada aspek kekuatan memiliki energi dan stamina tinggi serta bersemangat saat bekerja. Sedangkan individu dengan skor rendah memiliki tingkat energi, semangat dan stamina yang rendah saat bekerja.

Dedikasi (Dedication)
Dedikasi mengacu pada perasaan yang penuh makna, antusias, inspirasi, kebanggaan dan tantangan. Individu dengan skor dedikasi tinggi secara kuat mengidentifikasi diri dengan pekerjaan karena adanya pengalaman bermakna, menginspirasi dan menantang. Selain itu, mereka selalu antusias dan bangga dengan pekerjaannya. Sedangkan individu dengan skor dedikasi rendah tidak mengidentifikasi diri dengan pekerjaannya karena tidak memiliki pengalaman yang bermakna, menginspirasi dan menantang.

Keasyikan (Absorption)
Keasyikan dikarakteristikkan dengan konsentrasi penuh, minat terhadap pekerjaan dan sulit melepaskan diri dari pekerjaan. Biasanya individu dengan skor absorpsi tinggi merasa tertarik dengan pekerjaan dan sulit untuk melepaskan diri dari pekerjaannya, begitu sebaliknya.

Ciri Employee Engagement

Menurut Schaufeli dan Bakker (2008), ciri-ciri karyawan yang memiliki engagement yang tinggi diantaranya yaitu:

  • Say. Artinya karyawan tersebut secara konsisten berbicara positif mengenai organisasi dimana ia bekerja kepada rekan sekerja, calon karyawan yang potensial dan juga pada pelanggan.
  • Stay. Artinya kartawan tersebut memiliki keinginan untuk menjadi anggota organisasi dimana ia bekerja dibandingkan kesempatan bekerja di organisasi lain.
  • Strive. Artinya karyawan tersebut memberikan waktu yang lebih, tenaga dan inisiatif untuk bisa berkontribusi pada kesuksesan bisnis organisasi.

Tingkatan Employee Engagement

Menurut Gallup (2004), ada tiga tingkatan engagement diantaranya yaitu:

Engaged
Karyawan yang engaged merupakan seorang pembangun (builder), maksudnya, mereka selalu menunjukkan kinerja dengan level yang tinggi. Karyawan ini akan bersedia menggunakan bakat dan kekuatan mereka dalam bekerja setiap hari serta selalu bekerja dengan gairah dan selalu mengembangkan inovasi agar perusahaan berkembang.

Not Engaged
Tipe karyawan ini cenderung fokus pada tugas dibandingkan untuk mencapai tujuan dari pekerjaan tersebut. Mereka selalu menunggu perintah dan cenderung merasa kontribusi mereka diabaikan.

Actively Disengaged
Karyawan tipe ini merupakan penunggu gua (cave dweller), maksudnya mereka secara konsisten menunjukkan perlawanan pada semua aspek. Mereka hanya melihat sisi negatif pada berbagai kesempatan dan setiap harinya, tipe actively disengaged ini melemahkan apa yang dilakukan pekerja yang engaged.

Faktor yang Mempengaruhi Employee Engagement

Menurut Bakker dan Demerouti (2007), terdapat tiga faktor yang mempengaruhi employee engegement, yakni sebagai berikut:

Job Resources
Faktor ini merujuk pada aspek fisik, sosial maupun organisasional dari pekerjaan yang memungkinkan individu untuk mengurangi tuntutan pekerjaan dan biaya psikologis maupun fisiologis yang berhubungan dengan pekerjaan tersebut, mencapai target pekerjaan, dan menstimulasi pertumbuhan, perkembangan dan perkembangan personal.

Salience of Job Resources
Faktor ini merujuk pada seberapa penting atau bergunanya sumber daya pekerjaan yang dimiliki individu.

Personal Resources
Faktor ini merujuk pada karakteristik yang dimiliki karyawan seperti kepribadian, sifat, usia dan lain sebagainya. Karyawan yang engaged akan memiliki karakteristik personal yang berbeda dengan karyawan lainnya karena memiliki skor extraversion dan concientiousness yang lebih tinggi serta memiliki skor neuoriticism yang lebih rendah.

Demikian penjelasan tentang “Pengertian Employee Engagement, Dimensi dan Faktor yang Mempengaruhi Employee Engagement Lengkap” Semoga bermanfaat dan sampai jumpa pada postingan selanjutnya.