Pengertian Paragraf Analogi, Ciri-Ciri dan Contoh Paragraf Analogi Lengkap

Posted on

Pengertian Paragraf Analogi, Ciri-Ciri dan Contoh Paragraf Analogi Lengkap – Paragraf Analogi merupakan sebuah paragraf yang dikembangkan melalui metode induktif. Selain itu, dapat dikatakan pula bahwa paragraf analogi adalah pengembangan dari paragraf induktif. Jadi kesimpulannya, Paragraf analogi adalah paragraf yang diawali dari hal-hal khusus dan selanjutnya dikembangkan menjadi hal umum.

Paragraf analogi berisi tentang pembandingan antara dua hal yang berbeda tapi memiliki beberapa kesamaan. Cara membuat paragraf analogi harus diawali dari kesamaan-kesamaan kemudian pada akhir paragraf dibuat kesimpulan yang berbentuk satu hal umum.

Ciri-Ciri Paragraf Analogi

Adapun ciri-ciri paragraf analogi, diantaranya yaitu:

Loading...
  • Paragraf analogi selalu diawali dengan membahas perbedaan beberapa hal namun memiliki kesamaan.
  • Kalimat utama pada paragraf analogi terdapat pada akhir kalimat.
  • Pola yang terdapat pada paragraf analogi adalah pola khusus-umum.
  • Paragraf ini membandingkan 2 hal secara bergantian yang memiliki tingkat kesetaraan yang seimbang. Hal yang bisa dibandingkan dapat berupa benda, kejadian, keadaan ataupun proses.
  • Kalimat penjelas dalam paragraf analogi kebanyakan berupa persamaan yang dimiliki oleh 2 hal yang dianggap sama.
  • Paragraf analogi memiliki kalimat utama yang terletak di bagian akhir paragraf atau disebut juga kesimpulan yang merupakan penjelas dari ide awal yang dikemukakan.

Contoh Paragraf Analogi

Berikut beberapa contoh Paragraf Analogi:

Contoh 1
Hidup di dunia ini ibarat sebuah roda yang terus berputar. Ada kalanya kita berada di atas dan kadang berada di bawah. Saat kita berada di atas, kita bisa mendapatkan apapun yang kita impikan. Tapi sebaliknya saat roda berputar kembali, kita akan berada di bawah. Dimana kita akan dihadapkan oleh kesulitan-kesulitan hidup yang ada. Bagi Anda yang berada di atas sat ini, janganlah bersikap sombong dan ingatlah bahwa apa yang Anda rasakan tersebut hanyalah bersifat sementara. Dan bagi yang berada di bawah, janganlah berputus asa dan yakinlah bahwa kita akan berada di atas suatu hari nanti karena roda kehidupan akan terus berputar. Oleh karena itu, janganlah puas atau putus asa dengan apa yang anda rasakan saat ini.

Contoh 2
Kita tahu tupai adalah hewan yang sangat pandai melompat. Tupai akan terus berlari dengan cepat dan melompat dari pohon ke pohon lainnya meskipun banyak yang menghalanginya. Tupai juga merupakan hewan yang tidak mudah ditangkap karena tupai memang sangat cepat dan lincah. Namun tetap tidak ada yang sempurna di dunia ini, Sepintar dan sepandai apapun tupai melompat pasti akan jatuh juga dan ketika jatuh pasti itu rasanya sakit sekali karena tupai memang hewan yang tidak terbiasa terjatuh. Sama halnya dengan maling, maling memang sangat cerdas dalam merencanakan aksinya untuk mencuri. Maling juga sangat paham akan resiko yang akan di dapat jika tertangkap. Namun sehebat apapun maling itu pasti suatu saat orang lain pasti tahu. Maka dari itu, sehebat apapun maling sama halnya dengan tupai karena di dunia ini tidak ada yang sempurna maka suatu saat maling pasti akan tertangkap.

Contoh 3
Setiap anak yang baru lahir ke dunia ini masih suci. Seperti halnya sebuah kertas putih yang belum ternoda oleh tinta sedikit pun. Kertas putih tersebut akan sangat bergantung dengan sang pemiliknya. Entah dia akan ditulis dengan baik atau bahkan dicore-coret. Begitu juga dengan baik buruknya anak-anak yang baru lahir bergantung pada didikan orang tua mereka. Jika mereka dididik dengan benar maka mereka akan menjadi anak yang sholeh dan sebaliknya. Oleh karena itu, kita harus mendidik anak kita sedini mungkin karena hal itulah yang akan menetukan nasib dan sifat mereka di masa depan.

Contoh 4
Coba kita lihat dan kita pahami ilmu padi. Tanaman padi yang telah berisi semakin lama sampai ketika mau dipanen pasti semakin merunduk. Berbeda dengan padi yang kopong atau tidak ada isinya. Padi yang kopong akan selalu tegak hingga waktu panen tiba. Padi yang kopong juga mudah terbawa angin jika ada angin kencang. Begitu pun dengan manusia, orang yang berilmu dan berpendidikan seharusnya memiliki sifat santun, tidak sombong dan rela berbagi. Maka dari itu manusia harus mencontoh ilmu padi yang tidak pernah melihat keatas meskipun berisi jika ingin hidup dicintai dan dihargai oleh orang-orang.

Contoh 5
Ikan-ikan di laut tidak memiliki rasa yang asin meskipun tinggal di air yang asin. Hal tersebut patut menjadi pelajaran bagi manusia bahwa seharusnya kita tidak hanya merasa nyaman tinggal dengan lingkungan tempat kita berasal saja. Kita juga perlu bergaul dengan orang-orang yang berbeda dengan kita dalam hal prinsip, latar belakang, maupun keyakinan dalam beragama. Kita perlu terjun ke lingkungan mereka untuk hidup berdampingan dengan damai tanpi harus mengabaikan prinsip-prinsip hidup kita. Kita tidak perlu menjadi mereka untuk dapat hidup berdampingan dengan cinta dan damai. Kita hanya perlu saling menghargai dan toleransi dalam hal prinsip dan keyakinan. Bercampur baur dalam kebhinekaan, namun tidak melebur dalam hal keyakinan.

Demikian artikel tentang “Pengertian Paragraf Analogi, Ciri-Ciri dan Contoh Paragraf Analogi Lengkap“, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya.