Pengertian, Manfaat, Aspek, Dimensi dan Faktor yang Mempengaruhi Work-Life Balance Lengkap

Posted on

Pengertian Keseimbangan Kehidupan Kerja, Manfaat, Aspek, Dimensi dan Faktor yang Mempengaruhi Work-Life Balance Lengkap – Keseimbangan Kehidupan Kerja (Work-Life Balance) adalah keadaan dimana individu mampu mengatur dan membagi antara tanggung jawab pekerjaan, kehidupan keluarga dan tanggung jawab lainnya sehingga tidak terjadi konflik antara kehidupan keluarga dengan karir pekerjaan serta adanya peningkatan motivasi, Produktifitas dan loyalitas terhadap pekerjaan.

Secara umum, keseimbangan kehidupan kerja berkaitan dengan waktu kerja, fleksibilitas, kesejahteraan, keluarga, demografi, migrasi, waktu luang dan sebagainya. Jika keseimbangan kehidupan kerja (work life balance) tidak tercapai, maka akan berakibat pada ndahnya kepuasan kerja, rendahnya kebahagiaan, work-life conflict, dan burnout pada karyawan.

Pengertian Keseimbangan Kehidupan Kerja (Work-Life Balance) Menurut Para Ahli

Parkes and Langford (2008)

Menurut Parkes and Langford, Work-Life Balance adalah kondisi dimana individu yang mampu berkomitmen dalam pekerjaan dan keluarga, serta bertanggung jawab baik dalam kegiatan non-pekerjaan.

Loading...

Frame dan Hartog (2003:4)

Menurut Frame dan Hartog, Work-Life Balance berarti karyawan dapat dengan bebas menggunakan jam kerja yang fleksibel untuk menyeimbangkan pekerjaan atau karyanya dengan komitmen lain seperti keluarga, hobi, seni, studi, dan tidak hanya fokus terhadap pekerjaannya.

Singh dan Khanna (2011)

Menurut Singh dan Khanna, Work-Life Balance adalah konsep luas yang melibatkan penetapan prioritas yang tepat antara pekerjaan (karir dan ambisi) pada satu sisi dan kehidupan (kebahagiaan, waktu luang, keluarga dan pengembangan spiritual) di sisi lain.

Greenhaus (2003)

Menurut Greenhaus, Work-Life Balance adalah sejauh mana individu merasa terikat dan puas terhadap kehidupan pekerjaan dan kehidupan keluarganya serta mampu menyeimbangkan tuntutan pekerjaan dan keluarga.

Handayani (2013)

Menurut Handayani, Work-Life Balance adalah sejauh mana individu merasa terikat dan puas terhadap kehidupan pekerjaan dan kehidupan keluarganya serta mampu menyeimbangkan tuntutan pekerjaan dan keluarga.

Manfaat Work Life Balance

Berikut beberapa manfaat work life balance, diantaranya:

  • Kerja lebih produktif
  • Lebih bahagia
  • Lebih kreatif
  • Hubungan dengan lingkungan sekitar akan lebih baik

Aspek Work Life Balance

Menurut Fisher (2009), aspek-aspek work life balance diantaranya yaitu:

Waktu
Perbandingan antara waktu yang dihabiskan untuk bekerja dan waktu yang digunakan untuk aktivitas lain.

Perilaku
Perbandingan antara perilaku individu dalam bekerja dan dalam aspek kehidupan yang lain.

Ketegangan
Ketegangan yang dialami baik dalam pekerjaan maupun aspek kehidupan yang lain dapat menimbulkan konflik peran dalam diri individu.

Energi
Perbandingan antara energi yang digunakan individu untuk menyelesaikan pekerjaannya dan energi yang digunakan dalam aspek kehidupan selain karir.

Dimensi Work Life Balance

Menurut Fisher (2009), terdapat empat dimensi work-life balance, yaitu:

Work Interference With Personal Life (WIPL)
Dimensi ini mengacu pada sejauh mana pekerjaan dapat mengganggu kehidupan pribadi individu.

Personal Life Interference With Work (PLIW)
Dimensi ini mengacu pada sejauh mana kehidupan pribadi individu mengganggu kehidupan pekerjaannya.

Personal Life Enhancement Of Work (PLEW)
Dimensi ini mengacu pada sejauh mana kehidupan pribadi seseorang dapat meningkatkan performa individu dalam dunia kerja.

Work Enhancement Of Personal Life (WEPL)
Dimensi ini mengacu pada sejauh mana pekerjaan bisa meningkatkan kualitas kehidupan pribadi individu.

Faktor yang Mempengaruhi Work Life Balance

Menurut Schabracq (2003), terdapat beberapa faktor yang memengaruhi work-life balance seseorang, yaitu sebagai berikut:

Karakteristik Kepribadian
Hal ini berpengaruh terhadap kehidupan kerja dan di luar kerja. Terdapat hubungan antara tipe attachment yang diperoleh individu saat masih kecil dengan work life balance. Individu yang memiliki secure attachment cenderung mengalami positive spillover dibandingkan individu yang memiliki insecure attachment.

Karakteristik Keluarga
Ini merupakan salah satu aspek penting yang bisa menentukan ada tidaknya konflik antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Misalnya konflik peran dan ambigiunitas peran dalam keluarga dapat mempengaruhi work life balance.

Karakteristik Pekerjaan
Ini meliputi pola kerja, beban kerja dan jumlah waktu yang digunakan untuk bekerja bisa memicu adanya konflik baik konflik dalam pekerjaaan maupun konflik dalam kehidupan pribadi.

Sikap
Ini merupakan evaluasi terhadap berbagai aspek dalam dunia sosial. Dimana dalam dalam sikap terdapat komponen seperti pengetahuan, perasaan dan kecenderungan untuk bertindak. Sikap dari masing-masing individu merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi worklife balance.

Demikian penjelasan tentang “Pengertian, Manfaat, Aspek, Dimensi dan Faktor yang Mempengaruhi Work-Life Balance Lengkap” Semoga bermanfaat dan sampai jumpa pada postingan selanjutnya.