Pengertian Organizational Citizenship Behavior, Manfaat, Dimensi dan Motif Organizational Citizenship Behavior (OCB) Lengkap

Posted on

Pengertian Organizational Citizenship Behavior, Manfaat, Dimensi dan Motif Organizational Citizenship Behavior (OCB) Lengkap – Organizational Citizenship Behavior (OCB) adalah perilaku karyawan atau anggota organisasi yang bersifat sukarela di luar job deskripsi dan tidak diatur dalam peraturan perusahaan, tapi sangat menguntungkan perusahaan karena bisa meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi dan tidak terkait dengan sistem penghargaan formal. OCB pertama kali dikenalkan oleh Organ et al pada tahun 1988.

Pengertian Organizational Citizenship Behavior (OCB) Menurut Para Ahli

Organ et.al (2006)

Menurut Organ et al, Organization citizenship behavior adalah perilaku individuyang memiliki kebebasan untuk memilih, yang secara tidak langsung atau tidak secara eksplisit dikaitkan dengan sistem reward, dan memberi kontribusi pada efektivitas dan efisiensi fungsi organisasi.

Aldag & Resckhe (1997)

Menurut Aldag & Resckhe, Organization citizenship behavior adalah kontribusi individu dalam melebihi tuntutan peran di tempat kerja. OCB ini melibatkan beberapa perilaku meliputi perilaku suka menolong orang lain, menjadi volunteer untuk tugas ekstra, patuh terhadap aturan dan prosedur di tempat kerja.

Loading...

Robbins (2008)

Menurut Robbins, Organizatinal citizenship behavior adalah perilaku individu atau perseorangan yang sukarela dan bukan bagian dari syarat formal pekerjaan, tetapi dapat meningkatkan fungsi efektif organisasi.

Steers et.al. (1996)

Menurut Steers et.al., Organizational Citizenship Behavior adalah sikap membantu yang ditunjukkan oleh anggota organisasi, yang sifatnya konstruktif, dihargai oleh perusahaan tapi tidak secara langsung berhubungan dengan produktivitas individu.

Richard (2003)

Menurut Richard, Organizational Citizenship Behavior adalah perilaku kerja yang melebihi persyaratan kerja dan turut berperan dalam kesuksesan organisasi. Perilaku OCB ditampilkan dengan membantu rekan sekerja dan pelanggan, melakukan kerja ekstra jika dibutuhkan, dan membantu memecahkan masalah dalam memperbaiki produk dan prosedur.

Manfaat Organizational Citizenship Behavior

Menurut Organ et.al. (2006), manfaat Organizational Citizenship Behavior bagi organisasi diantaranya yaitu:

  • Meningkatkan produktivitas manager dan rekan kerja.
  • Menghemat sumber daya yang dimiliki manajemen dan organisasi secara keseluruhan.
  • Menjadi sarana yang efektif untuk mengkoordinasi kegiatan tim kerja secara efektif.
  • Meningkatkan kemampuan organisasi untuk merekrut dan mempertahankan karyawan dengan kualitas performa yang baik.
  • Mempertahankan stabilitas kinerja organisasi.
  • Membantu kemampuan organisasi untuk bertahan dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan.
  • Meningkatkan kemampuan untuk beradaptasi pada perubahan lingkungan.
  • Menciptakan organisasi menjadi lebih efektif dengan membuat modal sosial.

Dimensi Organizational Citizenship Behavior

Menurut Graham (1991), ada 3 (tiga)dimensi Organizational Citizenship Behavior, diantaranya yaitu:

  • Obedience, yaitu kemauan karyawan untuk menerima dan mematuhi peraturan dan prosedur organisasi.
  • Loyalty, yaitu kemauan karyawan untuk menempatkan kepentingan pribadi mereka untuk keuntungan dan kelangsungan organisasi.
  • Participation, yaitu kemauan karyawan untuk secara aktif mengembangkan seluruh aspek kehidupan organisasi.

Menurut Podsakoff et.al. (2000), ada 7 (tujuh) dimensi Organizational Citizenship Behavior, diantaranya yaitu:

  • Sportmanship, yaitu kemauan atau keinginan untuk bertoleransi terhadap ketidaknyamanan yang muncul dan penentuan kerja tanpa komplain.
  • Civic virtue, yaitu komitmen karyawan terhadap perusahaan secara keseluruhan seperti menghadiri rapat, menyampaikan pendapat, atau berpartisipasi aktif dalam kegiatan perusahaan.
  • Helping behavior, yaitu perilaku sukarela karyawan untuk menolong rekan kerja atau mencegah terjadinya permasalahan terkait dengan pekerjaan.
  • Organizational loyalty, yaitu bentuk perilaku kesetiaan karyawan terhadap perusahaan seperti menampilakan image positif mengenai perusahaan, membela perusahaan dari ancaman eksternal, dan mendukung serta membela tujuan organisasi.
  • Organizational compliance, yaitu perilaku individu yang mematuhi segala peraturan, prosedur, dan regulasi organisasi meskipun tidak ada pihak yang mengawasi.
  • Individual initiative, yaitu bentuk dorongan dari dalam diri individu untuk melaksanakan tugas secara lebih baik atau melampaui standar yang telah ditetapkan.
  • Self development, yaitu perilaku individu secara sukarela untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan sendiri, seperti mengikuti kursus, pelatihan, seminar, atau mengikuti perkembangan terbaru dari bidang yang dikuasai.

Motif Organizational Citizenship Behavior

Menurut McClelland (Hardaningtyas, 2005:14), ada 3 (tiga) motif Organizational Citizenship Behavior diantaranya:

Motif Berprestasi
Motif ini mendorong orang untuk menunjukkan suatu standart istimewa, mencari prestasi dari tugas, kesempatan atau kompetisi. Perilaku seperti menolong orang lain, membicarakan perubahan dapat mempengaruhi orang lain, berusaha untuk tidak mengeluh dan berpartisipasi dalam rapat unit dan hal kecil yang membentuk OCB benar-benar dianggap sebagai kunci untuk kesuksesan.

Motif Afiliasi
Motif ini mendorong orang untuk mewujudkan, memelihara dan memperbaiki hubungan dengan orang lain. Afiliasi merupakan perilaku extra role yang melibatkan OCB dan perilaku prososial untuk membentuk dan memelihara hubungan dengan orang lain atau organisasi. Masyarakat yang berorientasi pada afiliasi menunjukkan OCB karena mereka menempatkan nilai orang lain dan hubungan kerja sama.

Motif Kekuasaan
Motif ini mendorong orang untuk mencari status dan situasi dimana mereka bisa mengontrol pekerjaan atau tindakan orang lain. Individu yang berorientasi pada kekuasaan menganggap OCB merupakan alat yang memperoleh kekuasaan dan status dengan figur otoritas dalam organisasi. Individu yang berorientasi pada kekuasaan mengkalkulasi kesempatan perilaku mereka, lalu berjuang untuk organisasi selama organisasi tersebut membantu mereka mencapai agenda pribadi mereka.

Demikian penjelasan tentang “Pengertian Organizational Citizenship Behavior, Manfaat, Dimensi dan Motif Organizational Citizenship Behavior (OCB) Lengkap” Semoga bermanfaat dan sampai jumpa pada postingan selanjutnya.