Pengertian Gangguan Jiwa, Ciri, Tanda, Jenis dan Penyembuhan Gangguan Jiwa Menurut Para Ahli Lengkap

Posted on

Pengertian Gangguan Jiwa, Ciri, Tanda, Jenis dan Penyembuhan Gangguan Jiwa Menurut Para Ahli Lengkap – Gangguan jiwa adalah suatu gangguan fungsi mental pada seseorang berupa perubahan sikap dan perilaku yang menimbulkan penderitaan pada individu atau hambatan dalam melakukan peran sosial. Gangguan jiwa bisa berupa gangguan dalam cara berpikir (cognitive), kemauan (volition), emosi (affective) atau tindakan (psychomotor).

Gangguan jiwa, gangguan mental atau penyakit kejiwaan adalah pola psikologis atau perilaku yang pada umumnya terkait dengan stres atau kelainan mental yang tidak dianggap sebagai bagian dari perkembangan normal manusia. Penyebab gangguan jiwa atau gangguan mental ini bervariasi dan pada beberapa kasus tidak jelas dan rancu.

Pengertian Gangguan Jiwa Menurut Para Ahli

Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ II)

Menurut Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ II), Gangguan jiwa atau gangguan mental (mental disorder) adalah sindrom atau pola perilaku dan atau psikologi seorang individu yang secara klinik memiliki arti dan secara khas berkaitan dengan suatu distress atau gejala penderitaan dalam satu atau lebih fungsi yang penting dari seorang individu.

Loading...

American Psychiatric Association

Menurut American Psychiatric Association, Gangguan jiwa adalah suatu pola psikologis atau perilaku yang penting secara klinis yang terjadi pada seseorang dan dikaitkan dengan adanya stres atau disabilitas (yaitu kerusakan pada satu atau lebih area yang penting) atau disertai peningkatan resiko kematian yang menyakitkan, nyeri, disabilitas atau kehilangan kebebasan yang sangat.

Townsend (1998)

Menurut Townsend (1998), Gangguan Jiwa adalah respon maladaptive terhadap stressor dari lingkungan dalam/luar ditunjukkan dengan pikiran, perasaan, dan tingkah laku yang tidak sesuai dengan norma lokal dan kultural dan mengganggu fungsi sosial, kerja, dan fisik individu.

Ancok (2001)

Menurut Ancok, Gangguan jiwa adalah kesulitan yang harus dihadapi oleh seseorang karena hubungannya dengan orang lain, kesulitan karena persepsinya tentang kehidupan dan sikapnya terhadap dirinya sendiri.

Ardani (2007)

Menurut Ardani, Gangguan jiwa adalah sekumpulan keadaan yang tidak normal baik yang berhubungan dengan keadaan secara fisik ataupun secara mental. Akan tetapi, ketidaknormalan tersebut bukan disebabkan oleh sakit atau rusaknya bagian anggota badan tertentu meskipun terkadang gejalanya dapat terlihat oleh keadaan fisik.

Nasir dan Muhith (2011)

Menurut Nasir dan Muhith, Gangguan jiwa adalah gangguan pada fungsi mental yang meliputi emosi, pikiran, prilaku, perasaan, motivasi, kemauan, keinginan, daya tarik diri, dan persepsi sehingga mengganggu dalam proses hidup di masyarakat.

Ciri-Ciri dan Tanda Gangguan Jiwa

Menurut Suliswati dkk (2005), ciri-ciri seseorang mengalami gangguan jiwa yaitu:

  • Perubahan yang berulang dalam pikiran, daya ingat, persepsi yang bermanifestasi sebagai kelainan perilaku.
  • Perubahan yang menyebabkan tekanan batin dan penderitaan pada individu sendiri dan orang lain di lingkungannya.
  • Perubahan perilaku, akibat penderitaan ini menimbulkan gangguan dalam kehidupan sehari-hari, efisiensi kerja dan hubungan dengan orang lain dalam bidang sosial ataupun pekerjaan.

Menurut Yosep (2014), ada beberapa tanda gangguan jiwa pada seseorang diantaranya yaitu:

Gangguan kognisi pada persepsi, biasanya penderita gangguan jiwa merasa mendengar (mempersepsikan) sesuatu bisikan, padahal orang di sekitarnya tidak mendengarnya dan suara tersebut. Hal ini sering disebut halusinasi, klien bisa mendengar sesuatu, melihat sesuatu atau merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak ada menurut orang lain.

Gangguan Perhatian. Perhatian adalah pemusatan dan konsentrasi energi dalam proses kognitif yang timbul dari luar akibat suatu rangsang. Agar suatu perhatian memperoleh hasil, harus ada tiga syarat yang terpenuhi yaitu Inhibisi (suatu rangsang yang tidak termasuk objek harus disingkirkan), Apersepsi (yang dikemukakan hanya hal yang berkaitan dengan objek perhatian) dan Adaptasi (alat yang digunakan harus berfungsi dengan baik karena diperlukan untuk penyesuaian terhadap objek pekerjaan).

Gangguan ingatan. Ingatan (kenangan, memori) adalah kesanggupan atau kemampuan untuk mencatat, menyimpan, memproduksi isi dan tanda-tanda kesadaran. Proses ingatan terdiri dari tiga unsur yaitu Pencatatan, Penyimpanan, Pemanggilan kembali.

Gangguan pikiran, proses berpikir yang normal mengandung arus ide, simbol, dan asosiasi yang terarah pada tujuan dan tugas yang dapat menghantar pada suatu penyelesaian yang berorientasi pada kenyataan. Faktor yang mempengaruhi proses berpikir, yaitu: faktor somatik, faktor psikologik, faktor sosial.

Gangguan kemauan, penderita gangguan jiwa memiliki kemauan yang lemah (abulia) susah membuat keputusan atau memulai tingkah laku, susah sekali bangun pagi, mandi, merawat diri sendiri sehingga terlihat kotor, bau dan acak-acakan.

Gangguan emosi, yaitu dimana klien merasa senang, gembira yang berlebihan (Waham kebesaran). Klien merasa sebagai orang penting, sebagai raja, pengusaha, orang kaya, titisan Bung karno namun di lain waktu bisa merasa sangat sedih, menangis, tak berdaya (depresi) hingga ada ide ingin mengakhiri hidupnya.

Gangguan psikomotor, seperti hiperaktivitas, dimana klien melakukan pergerakan yang berlebihan naik ke atas genting berlari, berjalan maju mundur, meloncat-loncat, melakukan berbagai hal yang tidak disuruh atau menentang apa yang disuruh, diam lama tidak bergerak atau melakukan gerakan aneh.

Jenis-Jenis Gangguan Jiwa

Berikut ini macam-macam jenis gangguan jiwa, diantaranya yaitu:

Stress, yaitu kondisi atau keadaan tubuh yang terganggu karena tekanan psikologis. Penyebab stress diantaranya rasa khawatir, kesedihan, pekerjaan yang berlebih, perasaan kesal, kecapekan, frustasi, perasaan tertekan, berduka cita, persaan binging, rasa takut dan terlalu fokus pada suatu hal.

Psikosis, yaitu gangguan tilikan pribadi yang menyebabkan ketidakmampuan seseorang menilai realita dengan fantasi dirinya. Gejala psikosis diantaranya yaitu pembicaraan dan tingkah laku yang kacau, dan gangguan daya nilai realitas yang berat. Bisa dikatakan, psikosis adalah suatu kumpulan gejala berupa gangguan fungsi mental, respon perasaan, daya nilai realitas, komunikasi, dan juga hubungan antara individu dan lingkungannya.

Psikopat atau Sakit Jiwa. Orang yang mengalami penyakit ini sering disebut sosiopat karena memiliki perilaku yang anti sosial dan bisa merugikan orang terdekatnya. Berbeda dengan gila, seorang psikopat sadar sepenuhnya dengan apa yang ia perbuat. Gejala psikopat disebut dengan psikopati. Lebih singkatnya, pengertian psikopat adalah orang gila tanpa gangguan mental. Orang yang mengalami psikopat sulit disembuhkan.

Skizofrenia, yaitu penyakit otak yang timbul akibat ketidakseimbangan pada dopamin (sel kimia dalam otak). Skizofrenia adalah gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antar pribadi yang normal. Sering kali diikuti dengan delusi dan halusinasi.

Penyembuhan Gangguan Jiwa

Menurut Hawari (2001), hal-hal yang dapat dilakukan untuk penanganan dan penyembuhan gangguan jiwa diantaranya yaitu:

Terapi Psikofarmaka atau obat psikotropik, yaitu obat yang bekerja secara selektif pada sistem saraf pusat dan memiliki efek utama terhadap aktivitas mental dan perilaku, terapi ini digunakan untuk terapi gangguan psikiatrik yang berpengaruh terhadap taraf kualitas hidup klien.

Terapi somatic, yaitu terapi yang hanya dilakukan pada gejala yang ditimbulkan akibat gangguan jiwa sehingga diharapkan tidak mengganggu sistem tubuh lain. Salah satu bentuk terapi ini yaitu Electro Convulsive Therapy, yaitu suatu jenis pengobatan somatik dimana arus listrik digunakan pada otak melalui elektroda yang ditempatkan pada pelipis.

Terapi Modalitas, yaitu suatu pendekatan penanganan klien gangguan yang bervariasi yang bertujuan mengubah perilaku klien gangguan jiwa dengan perilaku maladaptif menjadi perilaku yang adaptif.

Demikian artikel tentang”Pengertian Gangguan Jiwa, Ciri, Tanda, Jenis dan Penyembuhan Gangguan Jiwa Menurut Para Ahli Lengkap“, semoga bermanfaat