Pengertian, Karakteristik, Tujuan, Fungsi dan Komponen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Lengkap

Posted on

Pengertian, Karakteristik, Tujuan, Fungsi dan Komponen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Lengkap – Menurut Depdiknas (2002), Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak usia dini yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.

Anak usia dini adalah anak yang berusia antara 3-6 tahun dimana mereka memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan dalam aspek fisik, kognitif, sosioemosional, kreativitas, bahasa dan komunikasi yang khusus yang sesuai dengan tahapan yang sedang dilalui anak tersebut.

Pada usia dini, anak berada pada periode sensitif dimana mereka mudah menerima berbagai dampak dan pelajaran dari lingkungan sehingga perkembangan otak mereka bisa berlangsung dengan optimal dan itu sangat berpengaruh terhadap kehidupan anak nantinya.

Loading...

Proses pembelajaran anak usia dini hendaknya dilakukan dengan tujuan memberikan konsep-konsep dasar yang memiliki kebermaknaan bagi anak melalui pengalaman nyata yang memungkinkan anak untuk mewujudkan aktivitas dan rasa ingin tahu (coriusity) secara optimal.

Karakteristik Pendidikan Usia Dini

Menurut Wiyani dan Barnawi (2012:89), karakteristik pembelajaran atau pendidikan usia dini, diantaranya yaitu:

  • Anak belajar melalui bermain;
  • Anak belajar dengan cara membangun pengetahuannya;
  • Anak belajar secara ilmiah;
  • Anak belajar paling baik jika apa yang dipelajarinya mempertimbangkan keseluruhan aspek pengembangan, bermakna, menarik, dan fungsional.

Tujuan Pendidikan Anak Usia Dini

Menurut UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, secra umum tujuan pendidikan adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Berikut tujuan pendidikan anak usia dini (paud), diantaranya yaitu:

  • Membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa.
  • Membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.
  • Intervensi dini dengan memberikan rangsangan sehingga bisa menumbuhkan potensi yang tersembunyi yaitu dimensi perkembangan anak (bahasa, intelektual, emosi, sosial, motorik, konsep diri, minat, dan bakat).
  • Melakukan deteksi dini terhadap kemungkinan terjadinya gangguan dalam pertumbuhan dan perkembangan potensi yang dimiliki seorang anak.

Fungsi Pendidikan Anak Usia Dini

Menurut Wijana (2010), fungsi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), diantaranya yaitu:

  • Fungsi adaptasi, berperan dalam membantu anak melakukan penyesuaian diri dengan berbagai kondisi lingkungan serta menyesuaikan diri dengan keadaan dalam dirinya sendiri.
  • Fungsi sosialisasi, berperan dalam membantu anak agar memiliki keterampilan sosial yang berguna dalam pergaulan dan kehidupan sehari-hari dimana anak berada.
  • Fungsi pengembangan, berkaitan dengan pengembangan berbagai potensi yang dimiliki anak. Setiap unsur potensi yang dimiliki anak membutuhkan suatu situasi atau lingkungan yang bisa menumbuh kembangkan potensi tersebut ke arah perkembangan yang optimal sehingga menjadi potensi yang bermanfaat bagi anak itu sendiri maupun lingkungannya.
  • Fungsi bermain, berkaitan dengan pemberian kesempatan pada anak untuk bermain, karena pada hakikatnya bermain itu sendiri merupakan hak anak sepanjang rentang kehidupannya. Melalui kegiatan bermain anak akan mengeksplorasi dunianya serta membangun pengetahuannya sendiri.
  • Fungsi ekonomik, pendidikan yang terencana pada anak merupakan investasi jangka panjang yang bisa menguntungkan pada setiap rentang perkembangan selanjutnya. Terlebih, investasi yang dilakukan berada pada masa keemasan (the golden age) yang akan memberikan keuntungan berlipat ganda.

Komponen Pendidikan Anak Usia Dini

Standar kompetensi anak usia dini terdiri atas pengembangan aspek moral dan nilai agama, sosial emosional dan kemandirian, bahasa, kognitif, fisik-motorik, dan seni. Adapun komponen pendidikan anak usia dini, diantaranya yaitu:

Peserta didik
Sasaran layanan Pendidikan Anak Usia Dini yaitu anak yang berada pada rentang usia 0-6 tahun. Pengelompokan anak berdasarkan pada usia, yaitu 0-1 tahun, 1-2 tahun, 2-3 tahun, 3-4 tahun, 4-5 tahun dan 5-6 tahun.

Pendidik
Kompetensi pendidik pada PAUD memiliki kualifikasi akademik setidaknya Sarjana (S-1) di bidang PAUD (S-1/D-IVPG-PAUD), kependidikan lain atau psikologi dan memiliki sertifikasi profesi guru PAUD atau setidaknya telah mendapat pelatihan PAUD. Rasio perbandingan antara pendidik dan jumlah peserta didik yang diampu yaitu sebagai berikut:

  • Usia 0-1 tahun, rasio 1 pendidik untuk 3 peserta didik.
  • Usia 1-3 tahun, rasio 1 pendidik untuk 6 peserta didik.
  • Usia 3-4 tahun, rasio 1 pendidik untuk 8 peserta didik.
  • Usia 4-6 tahun, rasio 1 pendidik untuk 10-12 peserta didik.

Pembelajaran
Pembelajaran anak usia dini dilakukan melalui kegiatan bermain yang dipersiapkan pendidik dengan menyiapkan materi (konten) dan proses belajar. Materi belajar anak usia dini dibagi menjadi 2 kelompok usia, yaitu:

a. Materi belajarĀ  usia lahir hingga 3 tahun, meliputi: Pengenalan diri sendiri (perkembangan konsep diri) pengenalan perasaan (perkembangan emosi), pengenalan tentang orang lain (perkembangan sosial), pengenalan berbagai gerak (perkembangan fisik), mengembangkan komunikasi (perkembangan bahasa), dan keterampilan berpikir (perkembangan fisik).

b. Materi belajar usia anak 3-6 tahun, yaitu meliputi keaksaraan, konsep matematika, pengetahuan alam, pengetahuan sosial, seni, teknologi dan keterampilan proses.

Demikian artikel tentangĀ “Pengertian, Karakteristik, Tujuan, Fungsi dan Komponen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Lengkap“, semoga bermanfaat.