Pengertian Pendekatan Saintifik, Karakteristik, Tujuan, Prinsip dan Langkah Pendekatan Saintifik Lengkap

Posted on

Pengertian Pendekatan Saintifik, Karakteristik, Tujuan, Prinsip dan Langkah Pendekatan Saintifik Lengkap – Pendekatan saintifik, pendekatan scientific atau pendekatan ilmiah (scientific approach) adalah suatu teknik pembelajaran yang menempatkan siswa menjadi subjek aktif melalui tahapan ilmiah sehingga mampu mengkonstruk pengetahuan baru atau memadukan dengan pengetahuan sebelumnya. Pendekatan saintifik/pendekatan ilmiah terbukti lebih efektif dalam pembelajaran dibandingkan dengan pembelajaran tradisional.

Pengertian pendekatan saintifik atau pendekatan ilmiah merujuk pada teknik investigasi atas fenomena atau gejala, memperoleh pengetahuan baru, atau mengoreksi dan memadukan pengetahuan sebelumnya.

Pendekatan saintifik sudah digunakan dalam pendidikan di Amerika akhir abad ke-19 di mana saat itu pembelajaran sains menekankan pada metode laboratorium formalistik yang kemudian diarahkan pada fakta ilmiah. Sebenarnya, pendekatan saintifik sudah digunakan dalam kurikulum di Indonesia dengan istilah learning by doing yaitu cara belajar siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran yang secara formal diadopsi dalam Kurikulum 1975.

Pengertian Pendekatan Saintifik Menurut Para Ahli

Karar dan Yenice (2012)

Menurut Karar dan Yenice, Pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar pembelajar secara aktif mengonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan, dan mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang ditemukan.

M. Lazim (2013:1)

Menurut M. Lazim, Pendekatan Saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang ditemukan.

Kemendikbud (2014)

Menurut Kemendikbud, Pendekatan saintifik (scientific approach) adalah model pembelajaran yang menggunakan kaidah keilmuan yang memuat serangkaian aktivitas pengumpulan data melalui observasi, menanya, eksperimen, mengolah informasi atau data, kemudian mengkomunikasikan.

Hosnan (2014)

Menurut Hosnan, Pendekatan saintifik adalah suatu proses pembelajaran yang dirancang supaya peserta didik secara aktif mengkonstruk konsep, hukum, atau prinsip melalui kegiatan mengamati, merumuskan masalah, mengajukan/merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan, dan mengkomunikasikan.

Rusman (2015)

Menurut Rusman, Pendekatan saintifik merupakan pendekatan pembelajaran yang memberikan kesempatan pada siswa secara luas untuk melakukan eksplorasi dan elaborasi materi yang dipelajari, di samping itu memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengaktualisasikan kemampuan melalui kegiatan pembelajaran yang dirancang oleh guru.

Karakteristik Pendekatan Saintifik

Menurut Hosnan (2014), karakteristik atau ciri-ciri pendekatan saintifik diantaranya yaitu:

  • Berpusat pada siswa.
  • Melibatkan keterampilan proses sains dalam mengonstruksi konsep, hukum atau prinsip.
  • Melibatkan proses-proses kognitif yang potensial dalam merangsang perkembangan intelektual, khususnya keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa.
  • Dapat mengembangkan karakter siswa.

Tujuan Pendekatan Saintifik

Tujuan pendekatan saintifik dalam pembelajaran diantaranya yaitu untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa, membentuk kemampuan dalam menyelesaikan masalah secara sistematik, menciptakan kondisi pembelajaran agar siswa merasa bahwa belajar merupakan suatu kebutuhan, melatih siswa dalam mengemukakan ide-ide, meningkatkan hasil belajar siswa, dan mengembangkan karakter siswa.

Menurut Hosnan (2014), tujuan pembelajaran pendekatan saintifik yaitu:

  • Untuk meningkatkan kemampuan intelek, khususnya kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.
  • Untuk membentuk kemampuan siswa dalam menyelesaikan suatu masalah secara sistematik.
  • Terciptanya kondisi pembelajaran di mana siswa merasa bahwa belajar itu merupakan suatu kebutuhan.
    Diperolehnya hasil belajar yang tinggi.
  • Untuk melatih siswa dalam mengkomunikasikan ide, khususnya dalam menulis artikel ilmiah.
  • Untuk mengembangkan karakter siswa.

Prinsip Pendekatan Saintifik

Menurut Hosnan (2014), prinsip pendekatan saintifik dalam kegiatan pembelajaran diantaranya yaitu:

  • Pembelajaran berpusat pada siswa.
  • Pembelajaran membentuk students self concept.
  • Pembelajaran terhindar dari verbalisme.
  • Pembelajaran memberikan kesempatan pada siswa untuk mengasimilasi dan mengakomodasi konsep, hukum, dan prinsip.
  • Pembelajaran mendorong terjadinya peningkatan kemampuan berpikir siswa.
  • Pembelajaran meningkatkan motivasi belajar siswa dan motivasi mengajar guru.
  • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih kemampuan dalam komunikasi.
  • Adanya proses validasi terhadap konsep, hukum, dan prinsip yang di konstruksi siswa dalam struktur kognitifnya.

Langkah-Langkah Pendekatan Saintifik

Langkah-langkah pendekatan saintifik dalam proses pembelajaran meliputi:

  • Mengamati (observing)
  • Menanya (questioning)
  • Mencoba (experimenting)
  • Mengolah data atau informasi dilanjutkan dengan menganalisis, menalar (associating)
  • Menyimpulkan, menyajikan data atau informasi (mengomunikasikan)
  • Menciptakan dan membentuk jaringan (networking)

Menurut Daryanto (2014), langkah-langkah pendekatan saintifik dalam pembelajaran, diantaranya yaitu:

Mengamati (observasi)
Metode mengamati mengutamakan kebermaknaan proses pembelajaran (meaningfull learning). Metode mengamati sangat bermanfaat bagi pemenuhan rasa ingin tahu siswa, sehingga proses pembelajaran memiliki kebermaknaan yang tinggi. Dengan metode observasi siswa menemukan fakta bahwa ada hubungan antara objek yang dianalisis dengan materi pembelajaran yang digunakan guru.

Menanya
Pada kurikulum 2013 kegiatan menanya diharapkan muncul dari siswa. Kegiatan belajar menanya dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati.

Mengumpulkan informasi
Kegiatan mengumpulkan informasi adalah tindak lanjut dari bertanya. Kegiatan ini dilakukan dengan menggali dan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber melalui berbagai cara. Siswa bisa membaca berbagai sumber, memperhatikan fenomena atau objek yang lebih teliti, atau bahkan melakukan eksperimen.

Mengasosiasikan/mengolah informasi
Dalam kegiatan mengasosiasi/mengolah informasi ada kegiatan menalar dalam kerangka proses pembelajaran dengan pendekatan ilmiah yang dianut dalam kurikulum 2013 untuk menggambarkan bahwa guru dan peserta didik merupakan pelaku aktif. Penalaran adalah proses berfikir yang logis dan sistematis atas fakta empiris yang bisa diobservasi untuk memperoleh simpulan berupa pengetahuan.

Mengkomunikasikan
Pada pendekatan saintifik guru diharapkan memberi kesempatan pada siswa untuk mengkomunikasikan apa yang sudah dipelajari. Kegiatan ini bisa dilakukan melalui menuliskan atau menceritakan apa yang ditemukan dalam kegiatan mencari informasi, mengasosiasikan dan menemukan pola.

Kelebihan dan Kekurangan Pendekatan Saintifik

Kelebihan pendekatan saintifik menggunakan pembelajaran discovery learning, diantaranya yaitu:

  • Membantu siswa untuk memperbaiki dan meningkatkan keterampilan dan proses kognitif.
  • Pengetahuan yang diperoleh melalui model ini sangat pribadi dan ampuh karena menguatkan pengertian, ingatan, dan transfer.
  • Menimbulkan rasa senang pada siswa, karena tumbuhnya rasa menyelidiki dan berhasil.
  • Menyebabkan siswa mengarahkan kegiatan belajarnya sendiri dengan melibatkan akalnya dan motivasi sendiri.
  • Membantu siswa memperkuat konsep dirinya, karena memperoleh kepercayaan bekerjasama dengan yang lainnya.
  • Berpusat pada siswa dan guru berperan sama-sama aktif mengeluarkan gagasan.
  • Mendorong siswa berpikir dan bekerja atas inisiatif sendiri.
  • Mendorong siswa berpikir intuisi dan merumuskan hipotesis sendiri.
  • Memberikan keputusan yang bersifat intrinsik.
  • Situasi proses belajar menjadi lebih terangsang.
  • Proses belajar meliputi sesama aspeknya siswa menuju pada pembentukan manusia seutuhnya.
  • Meningkatkan tingkat penghargaan pada siswa.
  • Kemungkinan siswa belajar dengan memanfaatkan berbagai jenis sumber belajar.
  • Dapat mengembangkan bakat dan kecakapan individu.

Kekurangan atau kelemahan dari pendekatan scientific, diantaranya yaitu:

  • Menimbulkan asumsi bahwa ada kesiapan pikiran untuk belajar. Bagi siswa yang kurang pandai, akan mengalami kesulitan abstrak atau berpikir atau mengungkapkan hubungan antara konsep yang tertulis atau lisan, sehingga pada gilirannya akan menimbulkan frustasi.
  • Tidak efisien untuk mengajar jumlah siswa yang banyak, karena membutuhkan waktu yang lama untuk membantu mereka menemukan teori atau pemecahan masalah lainnya.
  • Harapan yang terkandung dalam model pendekatan ini bisa buyar berhadapan dengan siswa dan guru yang sudah terbiasa dengan cara belajar yang lama.
  • Pengajaran discovery lebih cocok untuk mengembangkan pemahaman, sedangkan aspek konsep, keterampilan dan emosi secara keseluruhan kurang mendapat perhatian.
  • Tidak menyediakan kesempatan untuk berpikir yang akan ditemukan.

Demikian artikel tentang “Pengertian Pendekatan Saintifik, Karakteristik, Tujuan, Prinsip dan Langkah Pendekatan Saintifik Lengkap“, semoga bermanfaat.