Pengertian Manajemen Industri, Fungsi, Tingkat, Sejarah dan Pendidikan Manajemen Industri Lengkap

Posted on

Pengertian Manajemen Industri, Fungsi, Tingkat, Sejarah dan Pendidikan Manajemen Industri Lengkap – Secara umum, pengertian manajemen industri adalah suatu proses mengatur (Planning, Organizing, Actuating, Controling) yang dilakukan oleh suatu industri untuk mencapai tujuan usaha secara efektif dan efisien.

Manajemen industri dapat diartikan sebagai kemampuan manajemen suatu industri dalam upaya pengembangan industri dengan prinsip planning hingga controlling, pemenuhan fungsi manajerial untuk mencapai tujuan usaha, tingkatan manajemen yang didukung keterampilan yang dibutuhkan untuk menggerakkan sumber daya manusia hingga pasar.

Pengertian manajemen industri adalah cabang teknik yang berhubungan dengan penciptaan dan pengelolaan sistem yang mengintegrasikan antara sumber daya alam, manusia, dan energi secara lebih produktif. Manajemen harus dikuasai bagi orang-orang yang terjun di bidang bisnis hingga ikut dalam perdagangan internasional.

Tingkat Manajemen Industri

Umumnya dalam suatu usaha, ada 2 (dua) tingkatan manajemen industri diantaranya yaitu:

Tingkat Manajemen Secara Vertikal

Secara vertikal, manajemen bisa dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:

Manajemen Puncak (Top Management/Coorporate), ini biasanya disebut Chief Executive Officer (CEO) yang terdiri dari beberapa orang pemimpin. CEO mempunyai tugas dan kewajiban membuat berbagai kebijakan strategis untuk jangka panjang dan sifat pekerjaannya lebih kepada tugas manajerial.
Manajemen Menengah (Midle Management/Business), ini biasanya disebut Divisional Manager. Manajer divisi memiliki tugas dan tanggungjawab dalam membuat perencanaan dan pelaksanaan yang taktis.
Manajemen Bawah (First Line Management/Fungsional), ini biasanya disebut dengan functional manager. Manajemen bawah ada penyelia/supervisor dan mandor yang bertugas memberikan arahkan pekerjaan operasional kepada pelaksana berdasarkan perencanaan yang dibuat para manager tingkat atas.

Tingkat Manajemen Secara Horizontal

Secara horizontal, tingkat manajemen terdiri dari 7 bagian, diantaranya yaitu:

Administrasi, yaitu bagian atau divisi yang memiliki tugas dan tanggungjawab dalam pembuatan, pengarsipan, dan ekspedisi surat menyurat dari dan untuk organisasi/perusahaan.
Akuntan, yaitu bagian atau divisi yang memiliki tugas dan tanggungjawab dalam mencatat semua transaksi keuangan, baik pemasukan maupun pengeluaran. Selain itu juga bertanggungjawab dalam membuat laporan neraca laba rugi secara berkala.
Keuangan, yaitu bagian atau divisi yang memiliki tugas untuk mengelola dan mengalokasikan dana suatu organisasi agar bisa memenuhi keperluan dana untuk semua divisi dalam organisasi/perusahaan.
Personalia, yaitu bagian atau divisi yang bertugas dalam pengelolaan sumber daya manusia, baik pengadaan dan pemeliharaannya. Tugas divisi personalia diantaranya mengadakan training, menilai prestasi kerja, hingga memberikan promosi.
Produksi, yaitu bagian atau divisi yang bertugas dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian produksi. Tugas divisi ini diantaranya yaitu mengolah bahan baku menjadi produk/jasa yang memiliki nilai jual.
Litbang, yaitu bagian atau divisi yang bertugas dalam kegiatan riset pasar, pengembangan produk/ jasa baru, melakukan analisis persaingan.

BACA JUGA :  Pengertian Deposito, Karakteristik, Jenis, Manfaat dan Keuntungan Deposito Terlengkap

Sejarah Manajemen Industri

Manajemen industri merupakan pengembangan dari manajemen pabrik, terdapat kemiripan yang kuat diantara keduanya yaitu manajemen teknis/teknik. Manajemen industri bisa menangani pertanyaan yang terdapat pada organisasi pabrik dan administrasi perkantoran dan akuntansi keuangan, seperti pembukuan pabrik.

Pembentukan MIT School of Management Industry pada tahun 1952 sangat berperan dalam perkembangan manajemen industri. Tempat pendidikan manajemen tersebut kemudian pada tahun 1964 berganti nama menjadi MIT Sloan School of Management.

MIT School of Management Industry bertujuan untuk memberikan pendidikan dan membentuk “manajer ideal” melalui program manajemen pascasarjana. Program manajemen tersebut menjadi referensi bagi berbagai lembaga pendidikan manajemen lainnya.

Pendidikan Manajemen Industri

Pada perkembangannya, semakin banyak lembaga pendidikan yang membuka jurusan manajemen industri. Pendidikan manajemen industri secara terfokus memiliki kelebihan, seperti fokus pada bisnis tertentu. Dengan memiliki ilmu di bidang manajemen industri, maka seseorang bisa memprediksi pertumbuhan suatu perusahaan juga bisa berkontribusi dalam memecahkan masalah logistik pada operasional bisnis.

Sebagian lulusan manajemen industri memulai karir dalam program rotasi pengembangan kepemimpinan organisasi yang memungkinkan mereka memperoleh pengetahuan di bidang teknis dan bisnis. Sebagian lainnya memulai karier sebagai penyelia produksi, analis operasio, analis sumber strategis, dan analis bisnis software.

Beberapa jurusan manajemen yang fokus pada bidang tertentu diantaranya seperti

  • Analytical Consulting
  • Manufaktur dan Jasa Manajemen Operasi
  • Operasi & Supply Chain Management
  • Teknik
  • Rekayasa Keuangan
  • Ilmu Komputer
  • Ekonomi
  • Metode Kuantitatif
  • Sistem Informasi Manajemen
  • Statistik dan Ilmu (Biologi, Kimia, Matematika, fisika, dan Bumi, Atmosfer dan Planetary Sciences).

Demikian pembahasan tentang “Pengertian Manajemen Industri, Fungsi, Tingkat, Sejarah dan Pendidikan Manajemen Industri Lengkap“, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya.