Pengertian Komunikasi Massa, Karakteristik, Fungsi, Komponen, Efek dan Model Komunikasi Massa Lengkap

Posted on

Pengertian Komunikasi Massa, Karakteristik, Fungsi, Komponen, Efek dan Model Komunikasi Massa Lengkap – Komunikasi massa adalah proses dimana organisasi media membuat dan menyebarkan pesan kepada khalayak banyak (publik).

Organisasi-organisasi media tersebut akan menyebarluaskan pesan-pesan yang akan mempengaruhi dan mencerminkan kebudayaan suatu masyarakat, kemudian informasi ini akan mereka hadirkan serentak pada khalayak luas yang beragam. Hal tersebut membuat media menjadi bagian dari salah satu institusi yang kuat di masyarakat. Dalam komunikasi massa, media massa menjadi otoritas tunggal yang menyeleksi, memproduksi pesan, dan menyampaikannya pada khalayak.

Komunikasi massa adalah penyampaian informasi menggunakan media massa baik media cetak maupun elektronik yang dikelola oleh suatu lembaga atau orang yang dilembagakan, yang ditujukan pada sejumlah besar orang yang tersebar di banyak tempat, anonim dan heterogen dengan maksud, tujuan dan menimbulkan efek tertentu.

Loading...

Komunikasi massa juga bisa diartikan sebagai suatu jenis komunikasi manusia (human communication) yang lahir bersamaan dengan mulai digunakannya alat-alat mekanik, yang mampu melipat gandakan pesan-pesan komunikasi.

Pengertian Komunikasi Massa Menurut Para Ahli

Bittner
Menurut Bittner, Komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang.

Gerbner
Menurut Gerbner, Komunikasi massa adalah produksi dan distribusi yang berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang kontinyu serta paling luas dimiliki orang dalam masyarakat industri.

Mulyana (2001)
Menurut Mulyana, Komunikasi massa adalah komunikasi yang menggunakan media massa, baik cetak (majalah, surat kabar) atau elektronik (radio, televisi) yang dikelola oleh suatu lembaga atau orang yang dilembagakan, yang ditujukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar di banyak tempat, anonim dan heterogen.

Jay Black dan Frederick
Menurut Jay Black dan Frederick, Komunikasi massa adalah sebuah proses di mana pesan-pesan yang diproduksi secara massal atau tidak sedikit itu disebarkan kepada massa penerima pesan yang luas, anonim, dan heterogen.

Tan dan Wright
Menurut Tan dan Wright, Komunikasi massa merupakan bentuk komunikasi yang menggunakan saluran media dalam menghubungkan komunikator dan komunikan secara missal, berjumlah banyak, bertempat tinggal yang jauh terpencar, sangat heterogen, dan menimbulkan efek tertentu.

Meletzke
Menurut Meletzke, Komunikasi massa diartikan sebagai setiap bentuk komunikasi yang menyampaikan pernyataan secara terbuka melalui media penyebaran teknis secara tidak langsung dan satu arah pada publik yang tersebar.

Karakteristik Komunikasi Massa

Menurut Ardianto dkk (2007), karakteristik atau ciri- ciri komunikasi massa diantaranya yaitu:

  • Komunikator Terlembaga, artinya komunikasi massa melibatkan lembaga dan komunikatornya bergerak dalam organisasi yang kompleks.
  • Pesan Bersifat Umum dan Terbuka, artinya komunikasi massa ditunjukan untuk semua orang dan tidak ditunjukkan untuk sekelompok orang tertentu.
  • Komunikasinya Anonim dan Heterogen, artinya komunikan pada komunikasi massa bersifat anonim dan heterogen.
  • Menimbulkan Keserempakan pada pihak khalayak dalam menerima pesan yang disebarkan.
  • Komunikasi Mengutamakan Isi Ketimbang Hubungan, ini menunjukkan isi komunikasi, yaitu apa yang dikatakan, sedangkan untuk hubungan menunjukkan bagaimana cara mengatakannya, yang juga mengisyaratkan bagaimana hubungan peserta komunikasi tersebut.
  • Bersifat Satu Arah, artinya tidak terdapat arus balik dari komunikan ke komunikator. Dengan kata lain, komunikator tidak mengetahui tanggapan para pembaca atau penonton mengenai pesan yang disampaikan.
  • Stimulasi Alat Indra Terbatas, ini dianggap sebagai salah satu kelemahan komunikasi massa.
  • Umpan Balik Tertunda, umpan balik sebagai respon mempunyai faktor penting dalam bentuk komunikasi, sering kali bisa dilihat dari feedback yang disampaikan oleh komunikan.

Menurut Elizabeth Noelle Neuman (1983:92), karakteristik komunikasi massa diantaranya yaitu:

  • Komunikasi massa bersifat tidak langsung.
  • Komunikasi massa bersifat satu arah.
  • Komunikasi massa bersifat terbuka.
  • Memiliki publik yang secara geografis tersebar.

Menurut Nurudin dalam Pengantar Komunikasi Massa (2004:19), ciri ciri komunikasi massa diantaranya yaitu:

  • Komunikator melembaga.
  • Komunikasi bersifat heterogen.
  • Pesannya bersifat umum.
  • Komunikasi berlangsung satu arah.
  • Menimbulkan keserempakan.
  • Mengandalkan peralatan teknis.
  • Dikontrol oleh gatekeeper.

Fungsi Komunikasi Massa

Menurut Dominick (2001), fungsi komunikasi massa diantaranya yaitu:

  • Surveillance (pengawasan)
  • Interpretation (penafsiran)
  • Linkage (keterkaitan)
  • Transmission of values (penyebaran nilai)
  • Entertainment (hiburan)

Menurut UU No. 40/1999 tentang Pers, fungsi komunikasi massa diantaranya yaitu:

  • Menyampaikan informasi (to inform)
  • Mendidik (to educate)
  • Menghibur (to entertain)
  • Melakukan pengawasan sosial (social control).

Menurut Ardianto dkk (2007), fungsi komunikasi massa diantaranya yaitu:

Pengawasan (Surveillance)
Sebagai alat bantu khalayak masyarakat untuk mendapatkan peringatan dari media massa yang menginformasikan mengenai ancaman. Pengawasan mengacu pada yang dikenal sebagai peranan berita dan informasi dari media massa. Media mengambil tempat para pengawal yang mempekerjakan pengawasan.

Penafsiran (Interpretation)
Fungsi ini hampir mirip dengan fungsi pengawasan. Media massa tidak hanya menyajikan fakta dan data, tapi juga memberikan penafsiran atau tanggapan sementara terhadap kejadian penting. Organisasi atau industri media memilih dan memutuskan peristiwa yang dimuat atau ditayangkan. Tujuan penafsiran media yaitu untuk mengajak khalayak untuk memperluas wawasan dan membahasnya lebih lanjut dalam komunikasi antarpribadi atau komunikasi kelompok.

Pertalian (Linkage)
Media massa bisa menyatukan anggota masyarakat yang beragam sehingga membentuk linkage berdasarkan kepentingan dan minat yang sama mengenai sesuatu.

Penyebaran Nilai-Nilai (Transmission of Values)
Fungsi ini juga disebut sosialisasi. Sosialisasi ini mengacu pada cara, di mana individu mengadopsi perilaku dan nilai kelompok. Media massa menyajikan penggambaran masyarakat dan dengan membaca, mendengar, dan menonton maka seseorang mempelajari bagaimana khalayak berperilaku dan nilai apa yang penting.

Hiburan (Entertainment)
Fungsi ini bertujuan untuk mengurangi ketegangan pikiran khalayak, karena dengan melihat berita ringan atau melihat tayangan hiburan di televisi bisa membuat pikiran khalayak segar kembali.

Komponen Komunikasi Massa

Menurut De Felur dan Denis, ada 7 (tujuh) komponen komunikasi massa, diantaranya yaitu:

  • Komunikator, yaitu pihak dari media yang menyampaikan pesan kepada khalayak, seperti jurnalis.
  • Pesan. Ini berkaitan dengan konten yang dibuat dari sudut pandang media massa tersebut terhadap suatu isu tertentu.
  • Media, yaitu saluran yang bersifat fisik, seperti media cetak atau media elektronik.
  • Komunikan. Komunikan terdiri dari kumpulan individu yang menerima pesan dari media massa.
  • Gate Keeper, ini berperan untuk menentukan pesan masa yang akan disampaikan ke komunikan dan mana yang tidak.
  • Gangguan.
  • Timbal Balik.

Efek Komunikasi Massa

Menurut Steven A. Chafee, efek komunikasi massa terhadap individu, diantaranya yaitu:

  • Efek ekonomis. Seperti menyediakan pekerjaan, menggerakkan ekonomi. Contohnya dengan adanya industri media massa membuka lowongan pekerjaan.
  • Efek sosial. Seperti menunjukkan status, contohnya seseorang terkadang dinilai dari media massa yang ia baca, seperti surat kabar A memiliki pembaca berbeda dibandingkan dengan pembaca surat kabar B.
  • Efek penjadwalan kegiatan
  • Efek penyaluran/ penghilang perasaan
  • Efek perasaan terhadap jenis media

Menurut Kappler (1960), efek komunikasi massa diantaranya yaitu:

  • Conversi, yaitu menyebabkan perubahan yang diinginkan dan perubahan yang tidak diinginkan.
  • Memperlancar atau malah mencegah perubahan.
  • Memperkuat keadaan (nilai, norma, dan ideologi) yang ada.

Model Komunikasi Massa

Menurut Morissan (2010), ada 4 (empat) model komunikasi massa, yaitu:

Model Transmisi
Menurut model transmisi, komunikasi massa memiliki sifat yang dapat mengatur diri sendiri (self-regulation process) yang dipandu oleh kepentingan atau minat serta permintaan audien yang diketahui dari seleksi dan respons yang ditunjukkan atas pesan yang ditawarkan media massa. model transmisi lebih cocok diterapkan pada institusi sosial yang sudah lama berdiri seperti institusi pendidikan, agama dan pemerintahan dan juga cocok diterapkan pada kegiatan operasional media massa yang bersifat instruksional, informatif atau tujuan propaganda melalui media massa.

Model Ritual
Model komunikasi massa ini disebut juga model komunikasi ekspresif karena menekankan pada kepuasan bagi pengirim dan penerima pesan. Komunikasi ekspresif terkadang membutuhkan elemen pertunjukan untuk bisa terjadinya proses komunikasi. Komunikasi ini hanya terjadi apabila ada kesamaan pemahaman dan emosi diantara para anggotanya. Komunikasi ritual kerap digunakan dalam kampanye komunikasi terencana, misalnya dalam bidang politik atau iklan, misalnya dalam menggunakan simbol tertentu. Model ritual berperan menyatukan dan memobilisasi sentimen dan tindakan. Model komunikasi massa ritual lebih bisa menggambarkan unsur komunikasi yang ada pada kegiatan atau aktivitas seperti kesenian, drama, hiburan, dan berbagai kegiatan komunikasi massa yang banyak menggunakan bahasa lambang.

Model Publisitas
Model publisitas menganggap audien media sebagai penonton dibanding penerima informasi. Model ini juga berhubungan dengan persepsi media bagi audiennya yang menggunakan media untuk hiburan dan menghabiskan waktu senggang. Sering kali tujuan media massa tidak hanya mengirim informasi tertentu atau menyatukan masyarakat dalam suatu ekspresi yang bersifat budaya, kepercayaan atau nilai tertentu, namun juga untuk sekadar menangkap atau menahan perhatian orang atas suara dan gambar. Dalam melakukan ini, media mendapatkan tujuan ekonomi langsung, yaitu untuk mendapatkan keuntungan dari perhatian yang diberikan media dan tujuan ekonomi tidak langsung, yaitu menjual perhatian audience pada pemasang iklan. Model komunikasi massa publisitas lebih cocok diterapkan pada kegiatan media massa yang bertujuan menarik audien sebanyak mungkin yang tercermin pada rating yang tinggi dan jangkauan yang luas serta bertujuan untuk prestige dan pendapatan.

Model Penerimaan
Model penerimaan memandang bahwa proses komunikasi massa sangat ditentukan oleh pihak penerima yang jumlahnya bisa sangat banyak. Dengan demikian, pesan yang diterima audien tidak selalu sama dengan apa yang dimaksudkan pengirim. Esensi model penerimaan ini yaitu penempatan atribusi dan kontruksi makna yang berasal dari media kepada penerima. Isi media selalu terbuka dan memiliki banyak makna (polysemic). Model penerimaan mengingatkan bahwa kekuatan atau pengaruh media massa hanya bersifat ilusi karena pada dasarnya audienlah yang menentukan makna yang diinginkan.

Demikian artikel tentang”Pengertian Komunikasi Massa, Karakteristik, Fungsi, Komponen, Efek dan Model Komunikasi Massa Lengkap“, semoga bermanfaat.