Pengertian Bronkiolus, Letak, Fungsi, Struktur Gangguan dan Penyakit Pada Bronkiolus Lengkap

Posted on

Pengertian Bronkiolus, Letak, Fungsi, Struktur Gangguan dan Penyakit Pada Bronkiolus Lengkap – Saat menghirup udara (bernafas), udara pertama ditarik masuk melalui mulut dan hidung. Kemudian melalui faring (tenggorokan) dan melalui laring (kotak suara). Setelah itu, memasuki saluran udara utama yang disebut trakea. Trakea memiliki cincin tulang rawan yang mendukungnya. Cabang-cabang trakea keluar menjadi dua bronkus, satu untuk setiap paru-paru. Bronkus sendiri bercabang beberapa kali ke divisi yang lebih kecil. Setelah beberapa cabang, saluran udara ini tidak lagi didukung oleh cincin tulang rawan, dan disebut bronkiolus.

Bronkiolus (jamak: bronkioli) adalah percabangan dari bronkus pada batang tenggorok manusia. Bronkioli bercabang pada bronkus tersier pada bronkus dan kemudian menjadi tempat percabangan alveolus. Luas permukaan bronkiolus menentukan besar oksigen yang dapat diikat secara efektif oleh paru-paru. Percabangan berkisar 20-25 x dari Bronkus Tersier. Letak bronkiolus ini sendiri berbatasan secara langsung dengan gelembung-gelembung udara dalam paru, yaitu alveoli.

Fungsi Bronkiolus

Letak bronkiolus secara langsung berbatasan dengan gelembung-gelembung udara dalam paru, yaitu alveoli. Dari letaknya, bronkiolus menjadi jembatan dari masuk keluarnya udara dalam sistem pernafasan manusia. Sehingga bronkiolus berfungsi sebagai penyalur udara yang berasal dari bronkus untuk kemudian dialirkan ke alveoli guna mendapatkan pertukaran gas antara karbondioksida dan oksigen. Tidak hanya itu, adanya bronkiolus ini juga berperan penting dalam pengontrolan banyak atau sedikitnya udara yang nantinya akan didistribusikan melalui paru-paru. Sehingga, jumlah udara yang dibutuhkan tubuh akan sesuai dengan jumlah udara yang dimasukkan ke dalam tubuh, dengan begitu sistem pencernaan manusia menjadi seimbang.

Loading...

Bronkus memiliki cincin tulang rawan yang berfungsi untuk menjaga mereka tetap terbuka, bronkiolus dilapisi dengan jaringan otot polos. Hal tersebut memungkinkan bronkiolus untuk berkontraksi dan melebar, secara efektif mengendalikan aliran udara saat mengalir ke alveoli. Akan tetapi, hal tersebut juga bisa membuat bronkiolus rentan terhadap elemen lingkungan yang dapat menyebabkan bronkeolus berkontraksi bahkan menyempit secara permanen. Kondisi tersebut disebut dengan bronkokonstriksi, penyebab bronkokonstriksi ini bisa karena asap rokok, asap beracun, udara dingin, dan alergi lainnya.

Terdapat satu jenis sel yang ditemukan di bronkiolus disebut sel alveolar Tipe 2, yaitu surfaktan, sel ini berfungsi untuk sekresi zat yang memastikan bronkiolus sehingga tidak jatuh saat bernapas. Tipe lainnya disebut sel klub, sel ini mengeluarkan protein yang memecah racun yang mungkin telah menemukan jalan mereka ke bawah pohon pernapasan.

Struktur Bronkiolus

Saat udara dihirup, udara akan ditarik ke dalam trakea dan masuk ke bronkus utama. Bronkus utama kemudian terbagi menjadi dua bronkus yang kemudian membelah sebelum menjadi bronkiolus. Saat bronkiolus semakin menyebar, secara harfiah seperti cabang pohon, masing-masing ditutup dengan alveolus. Disini transfer oksigen dan karbon dioksida ke darah terjadi. Bronkiolus terbagi menjadi tiga jenis yang semakin lebih kecil:

  • Bronkiolus lobular, yaitu lobus yang lebih besar.
  • Bronkiolus terminalis, yaitu ujung untuk transfer.
  • Bronkiolus respiratorius, yaitu yang bertanggung jawab untuk mengarahkan udara ke alveoli.

Bronkiolus lobular dan terminalis dikenal sebagai ruang mati karena tidak ada pertukaran udara yang terjadi pada lintasan ini. Bronkiolus berukuran kecil, mulai dari 0,5-1 mm.

Gangguan dan Penyakit Pada Bronkiolus

Berikut ini beberapa penyakit dan gangguan yang terjadi pada bronkiolus, diantaranya yaitu:

Bronkokonstriksi, yaitu kontraksi dan penyempitan bronkiolus akibat asap rokok, asap beracun, udara dingin, dan alergi lainnya.

Bronkiolitis, yaitu peradangan bronkiolus yang biasanya terlihat pada anak-anak antara usia 3 dan 6 bulan. Penyebab umum bronkiolitis ini yaitu virus seperti virus pernapasan syncytial (RSV) dan influenza.

Bronkiolitis obliteran, yaitu kondisi langka dan serius terutama yang mempengaruhi orang dewasa di mana bronkiolus menjadi bekas luka dan berserat, mengganggu kemampuan seseorang untuk bernapas. Penyebab gangguan ini bisa berupa paparan asap beracun, infeksi virus, transplantasi organ, dan rheumatoid arthritis.

Demikian artikel pembahasan tentang “Pengertian Bronkiolus, Letak, Fungsi, Struktur Gangguan dan Penyakit Pada Bronkiolus Lengkap“, semoga bermanfaat.